Dark/Light Mode

Pahlawan Di Setiap Sudut

Selasa, 11 November 2025 05:45 WIB
SUPRATMAN
SUPRATMAN
Wartawan Senior

RM.id  Rakyat Merdeka - Apakah pahlawan harus selalu seorang individu? Rasanya tidak. Para guru yang sabar mengajar di pelosok- pelosok tanpa sinyal, dengan gaji minim, misalnya, layak disebut sebagai pahlawan sejati.

Atau, para petani di desa-desa, yang tetap menanam meski pupuk langka dan mahal, juga pantas disebut pahlawan. Perawat kontrak yang tetap berjaga di malam yang dingin, walau gaji tak seberapa, juga layak menjadi pahlawan.

Mereka tidak memiliki kontroversi. Mungkin juga tak punya followers di medsos. Tapi mereka punya tanggung jawab, ketulusan dan kesabaran. Itu langka, sekarang.

Mereka tidak menuntut disebut pahlawan. Tapi, tanpa mereka, negeri ini bisa kehilangan harapan. Seperti rumah yang atapnya bocor tanpa ada yang memperbaiki.

Baca juga : Gembok Kecil Di Pintu Gudang

Di zaman ketika banyak orang berjuang demi validasi dan pencitraan, memiliki sifat dan sikap jujur, tulus, dan penuh tanggung jawab sudah menjadi tindakan heroik.

Begitulah, para pahlawan sejati tidak selalu datang dengan dramatis, tetapi mereka hadir dalam kesederhanaan, dalam keheningan yang sering terabaikan.

Atim Suhara, 42, seorang Hansip di Cakung, Jakarta Timur, misalnya, layak dilabeli sebagai pahlawan.

Tindakan, semangat dan tanggungjawabnya mengamankan kampung dari para pencuri sepeda motor, merupakan tindakan heroik.

Baca juga : Mamdani Dan Indonesia

Atim, yang berusaha menggagalkan pencurian, meninggal ditembak pencuri, Sabtu (8/11/2025). Saat kejadian, jam menunjukkan pukul 03.30 dini hari. Ketika warga sedang tidur pulas, Atim berjuang.

Pahlawan juga bisa datang dari sesuatu yang seringkali diabaikan: hutan, laut, gunung, kekayaan alam, iklim, atau bahkan bumi itu sendiri.

Berapa banyak alam Indonesia yang rusak akibat keserakahan manusia? Berapa banyak ekosistem yang hancur sehingga banjir datang tanpa pemberitahuan, bahkan tanpa hujan?

Karena itu, sudah saatnya bangsa ini lebih menghargai “mereka”. Mereka layak dirayakan dan dimuliakan sebagai pahlawan, bukan hanya dalam seremoni atau perayaan insidental, tetapi melalui kebijakan konkret dan perubahan nyata.

Baca juga : Rutinitas Korupsi Kenapa Berulang?

Pahlawan sejati tidak selalu muncul di panggung besar sejarah, tetapi bisa ditemukan dalam setiap langkah kecil kehidupan yang tak terhitung jumlahnya. Mereka yang tak mengenal sorotan kamera, namun terus berjuang dengan segenap jiwa.

Ketika kita merayakan pahlawan- pahlawan yang kita kenal, kita perlu juga merayakan kepahlawanan sehari- hari yang mungkin tak kita sadari.

Mereka adalah jutaan orang di sudut- sudut kota, di jalanan, di pelosok, di pantai, di pegunungan, yang tanpa pamrih dan tanpa sorotan cahaya lampu berjuang dan bertahan dalam kesulitan.

Selamat merayakan Hari Pahlawan. Selamat merayakan “Mereka”, para pahlawan yang tak terlihat, yang hidup dalam setiap langkah dan nafas bangsa kita.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.