RM.id Rakyat Merdeka - Negara bisa sah secara prosedural, tetapi belum tentu dipercaya secara moral. Pemilu terlaksana, aturan dipatuhi, lembaga berjalan. Dari sisi formal, semuanya tampak lengkap. Namun legitimasi tidak hanya lahir dari prosedur. Ia tumbuh dari keyakinan publik bahwa negara benar-benar bekerja untuk mereka.
Di tengah berbagai tekanan sosial dan kritik kebijakan, pertanyaan tentang legitimasi mulai terasa lebih dalam. Publik tidak lagi hanya bertanya apakah negara sah, tetapi apakah negara masih dipercaya. Dua hal ini tidak selalu berjalan bersamaan.
Baca juga : Suara yang Mengeras
Formalitas memberi legalitas. Kepercayaan memberi daya hidup. Negara mungkin tetap berjalan tanpa kepercayaan penuh, tetapi hubungan dengan warga menjadi dingin dan transaksional. Kepatuhan muncul bukan karena keyakinan, melainkan karena keterpaksaan atau kebiasaan.
Masalahnya, banyak institusi terlalu percaya pada kekuatan prosedur. Selama aturan dijalankan, mereka merasa legitimasi aman. Padahal publik juga menilai dari pengalaman sehari-hari: apakah pelayanan membaik, apakah kritik didengar, apakah keadilan terasa nyata. Ketika pengalaman ini memburuk, prosedur saja tidak cukup menahan erosi kepercayaan.
Baca juga : Yang Tertinggal Lagi
David Beetham menjelaskan bahwa legitimasi politik tidak hanya bergantung pada legalitas, tetapi juga pada justifikasi moral dan persetujuan publik (The Legitimation of Power, 1991). Tanpa dimensi moral ini, kekuasaan mungkin tetap sah, tetapi kehilangan kedekatan dengan masyarakat.
Kepercayaan tidak bisa dipaksa melalui kampanye atau slogan optimisme. Ia dibangun melalui konsistensi tindakan. Negara harus menunjukkan bahwa prosedur bukan tujuan akhir, melainkan alat untuk menghadirkan keadilan dan pelayanan yang bermakna.
Baca juga : Keadilan yang Diuji Lagi
Negara bisa sah, tapi belum tentu dipercaya. Dan dalam jangka panjang, kepercayaan jauh lebih menentukan daripada sekadar formalitas. Sebab yang menjaga keberlangsungan sebuah negara bukan hanya hukum dan institusi, tetapi keyakinan warga bahwa negara masih layak diandalkan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.