RM.id Rakyat Merdeka - Kontingen Indonesia menjadi juara umum dalam perhelatan ASEAN Schools Games 2019 di Semarang, Jawa Tengah, 18-25 Juli 2019. Selain gelar juara umum, para atlet muda Indonesia ini juga mencatatkan perolehan medali terbesar selama 11 kali ikut dalam ASG.
“Ini capaian yang luar biasa dari para atlet kita. Kita memberikan apresiasi yang luar biasa,” kata Plt Asisten Deputi Bidang Olahraga Prestasi Arsani, Selasa (23/7).
Hari terakhir pelaksanaan pertandingan ASG 2019, kontingen Indonesia berhasil mengoleksi 43 medali emas, 34 perak dan 25 perunggu. Thailand ada di posisi kedua dengan 33 medali emas, 31 perak dan 35 medali perunggu. Posisi ketiga Malaysia dengan 18 medali emas, 25 perak dan 34 perunggu.
Baca juga : Staf Ahli Menpora Apresiasi Kerja Keras Atlet di ASG 2019
"Terima kasih para atlet Indonesia. Terimaksih Pemprov Jateng yang telah mensukseskan ASG 2019," kata Arsani yang juga Komandan Pelatnas ASG 2019.
Chef de Mission (CdM) Indonesia untuk ASG 2019, Yayan Rubaeni, menyatakan sangat puas atas penampilan anak-anak. “Penampilan anak-anak luar biasa, salut, saya bangga dan saya yakin Indonesia bangga, karena di usia yang tergolong muda mereka sudah menunjukan dedikasi dan perjuangan maksimal untuk dapat mengibarkan merah putih,” kata Yayan.
ASG dijelaskan Yayan, sangat penting bagi para atlet muda tanah air. Di ASG, para atlet akan belajar bagaimana melihat dan menganalisis kemampuan lawan, serta melatih mental mereka. Event ini mampu menghadirkan atlet-atlet pelajar terbaik di kawasan Asia Tenggara.
Baca juga : Indonesia Gelar Pelatihan Perikanan Bagi Afrika
Ini merupakan kesempatan yang tepat untuk mengasah kemampuan sebagai atlet. Atmosfer kompetisi yang ketat dan persaingan sehat menjadi suasana yang terbangun selama pelaksanaan pertandingan di semua arena cabang olahraga di ASG.
“Kompetisi seperti ASG ini sangat bagus untuk diikuti oleh para atlet muda Indonesia. Terlepas dari adik-adik ini masih dalam masa training to compete, banyak hal yang bisa diambil dalam event ini, misalnya sebagai tes parameter pelatih utk melihat progress atletnya, kemudian menambah jam terbang dalam mengasah mental atlet dalam pertandingan internasional, dan bisa menjadi penyemangat pelajar pelajar di daerah untuk bisa menjadi timnas pelajar,” kata Suryo Agung, mantan atlet lari nasional.
Pemerintah akan terus mendukung pembinaan atlet muda. Indonesia butuh bibit-bibit unggul olahragawan nasional yang nanti akan meneruskan jejak seniornya utuk berprestasi di kancah internasional.
Baca juga : Ekspor Tekstil Ditarget Tembus Rp 209 T
“Anak-anak ini adalah atlet muda aset bangsa. Saya yakin jika terus dibina, 3 sampai 4 tahun ke depan mereka akan menjadi tulang punggung prestasi Indonesia. Untuk mewujudkan hal tersebut tentunya perlu untuk terus memberikan pendampingan bagi sentra-sentra pembinaan tempat mereka berlatih, serta memfasilitasi mereka untuk dapat meningkatkan kemampuan melalui kompetisi,” tambah Yayan lagi.
ASG 2019 berlangsung pada 17 sampai 25 Juli di Semarang, Jawa Tengah. Selain target juara umum dan ajang pembinaan atlet-atlet muda nasional, yang tidak kalah penting adalah penanaman nilai-nilai seperti friendship, sportivitas, dan juga makna yang terkandung dalam slogan unity, spirit, dan respect dapat diimplementasikan sehingga dapat membentuk karakter para atlet.
"Inilah yang menjadi kunci dan gagasan utama penyelenggaraan ASG. Selamat untuk kontingen Indonesia dan sampai jumpa di penyelenggaraan ASG berikutnya," jelas Yayan. [IPL]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.