Dark/Light Mode

Indonesia Gelar Pelatihan Perikanan Bagi Afrika

Selasa, 23 Juli 2019 11:09 WIB
Foto (IST)
Foto (IST)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Luar Negeri bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan kembali menyelenggarakan kegiatan peningkatan kapasitas bagi negara-negara sahabat di Kawasan Afrika di bidang perikanan.

Kegiatan peningkatan kapasitas yang diberikan meliputi dua hal. Pertama, “Workshop on Integrated Rice Fish Farming to Support National Food Security and Build Climate Aquaculture Resilience for African Countries” di Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar, Sukabumi, Jawa Barat, pada 22-28 Juli 2019. Peserta 10 orang dari Madagascar, Mauritius, Mozambique, Namibia dan Tanzania.

Kedua, “International Fish Force Academy of Indonesia Regional Training for Investigators and Prosecutors for African Countries” pada 22-28 Juli 2019 bertempat di Jakarta. Pesertanya 10 orang: Ghana, Mauritania, Senegal, Zambia dan Zimbabwe.

Baca juga : Gowes Nusantara Kemenpora Jadi Perhatian Warganet

Kegiatan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan di Jakarta Senin (22/7), bersamaan dengan dua program lain di bidang budidaya ikan dan pengolahan produk perikanan untuk negara-negara Afrika, Timur Tengah dan Pasifik, serta International Workshop on Illegal, Unregulated and Unreported Fishing (IUU Fishing).

Pembukaan dihadiri Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri, Cecep Herawan, serta duta besar negara asing yang mengirimkan peserta pada kegiatan dimaksud. 

Dalam keterangan pers yang diterima RMCO.id Susi Pudjiastuti dalam sambutannya menggarisbawahi pentingnya kerja sama antanegara di bidang kelautan dan perikanan. Hal ini mengingat, 70 persen bumi terdiri dari lautan yang merupakan sumber pangan, khususnya protein, yang sangat penting bagi manusia. Untuk itu, perlu dijalin kerja sama yang erat, termasuk di antara negara-negara berkembang, untuk mengembangkan sektor perikanan, menjaga dan memanfaatkan lautan secara lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan, serta mengatasi kejahatan lintas negara yang terkait dengan IUU Fishing.

Baca juga : Ronaldo Bebas dari Tuduhan Perkosaan

Program tersebut merupakan bentuk komitmen Pemerintah Indonesia terhadap Kerja Sama Selatan-Selatan dan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 2030 khususnya yang terkait dengan upaya mengatasi kelaparan (zero hunger) dan melestarikan lingkungan hidup (life below water).

Pelaksanaan program ini juga merupakan upaya mempererat persahabatan dan memperkuat diplomasi ekonomi dengan negara-negara Afrika melalui sharing pengetahuan dan pengalaman Indonesia di berbagai bidang, termasuk kelautan dan keamanan maritim. 

Selama 2010-2008, Indonesia telah menyelenggarakan 95 kegiatan peningkatan kapasitas untuk negara-negara di kawasan Afrika yang telah diikuti oleh lebih dari 1.000 peserta. [MEL]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.