RM.id Rakyat Merdeka - Tim bulutangkis putri Indonesia harus puas membawa gelar runner-up di ajang Piala Uber 2024. Tim Merah Putih gagal meraih juara, setelah dikalahkan tim tuan rumah China 0-3 yang digelar di Chengdu, China, kemarin.
Meski begitu, capaian Apriyani Rahayu dan kawan-kawan ini menjadi pencapaian bersejarah. Karena 16 tahun tim Putri baru kembali masuk final di ajang bulutangkis beregu bergengsi ini.
Di partai pertama, tunggal putri Gregoria Mariska Tunjung harus mengakui keunggulan wakil tuan rumah Chen Yu Fei dengan sekor 7-21, 16-21 dalam tempo 37 menit pada laga yang digelar di Chengdu Hi Tech Zone Sports Center Gymnasium, Chengdu, China.
“Saya mau meminta maaf untuk tim dan diri sendiri karena aku tidak menampilkan permainan yang bagus hari ini,” kata Gregoria saat ditemui usai pertandingan.
Baca juga : London Buktikan Tidak Terjangkit Islamophobia
Di partai kedua, pasangan ganda putri Indonesia Siti Fadia Silva Ramadhanti/Ribka Sugiarto dipaksa mengakui keunggulan atas pasangan Chen Qing Chen/ Jia Yi Fan dua game langsung 11-21, 8-21.
Pertandingan berlangsung intens sejak game pertama. Baik Fadia/Ribka maupun Chen/Jia saling berkejar-kejaran angka. Namun, ganda Indonesia kehilangan momen, tertinggal jauh dari ganda putri nomor satu dunia itu pada kedudukan 7-13. Game kedua Fadia/Ribka dibuat tak berdaya saat Chen Qing Chen/Jia Yi Fan terus menekan dan mendominasi pertandingan, hingga akhirnya dipaksa menyerah pada 8-21.
Ini merupakan pertama kalinya pasangan Fadia/Ribka diturunkan pada pertandingan Piala Uber 2024. Sementara, dalam empat kali laga Piala Uber edisi ini, Chen/Jia tidak pernah sekali pun kalah dari berbagai wakil dunia lain.
Di partai penentuan, lagi-lagi tunggal putri Ester Nurumi Tri Wardoyo harus mengakui keunggulan wakil tuan rumah He Bing Jao melalui rubber game ketat 10-21, 21-15, 17-21 dalam tempo 68 menit.
Baca juga : Kata Dewan Pengawas,Sidang Etik Jalan Terus
Mengenai jalannya pertandingan, Ester mengaku sudah memberikan perlawanan yang maksimal untuk memperpanjang napas Indonesia di final Piala Uber 2024. “Walaupun belum berhasil, saya merasa permainan saya cukup baik hari ini. He Bing Jao bukan pemain yang mudah (untuk diatasi),” kata Ester.
“Dari kemarin saya sudah diskusi sama pelatih untuk mengatasi dia, tapi rasa tadi saya cukup baik dan bisa keluar permainan saya hari ini,” ujarnya menambahkan.
Ester mengaku pengalaman bertanding di partai puncak sebagai salah satu penentu kemenangan Indonesia merupakan hal yang sangat membanggakan.
“Dulu ketika menjadi cheering team di Piala Thomas di Aarhus, pastinya saya terbayang-bayang, seperti apa, ya, bisa main di babak final seperti itu? Dan Puji Tuhan kami Tim Uber Indonesia, di tahun 2024, bisa main di final. Pastinya ada perasaan senang dan bangga,” kata Ester.
Baca juga : Ogah Ajak Pacar Login
Lebih lanjut, adik dari tunggal putra Chico Aura Dwi Wardoyo itu mengatakan belajar banyak dari partisipasinya di ajang bulu tangkis beregu paling prestisius ini. “Saya belajar banyak, terutama soal bagaimana saya bisa menghadapi poin-poin kritis, mental saya juga terasah,” ungkap Ester.
Meskipun berada dalam tekanan yang luar biasa karena dukungan tuan rumah yang begitu gemuruh di dalam arena pertandingan, Ester mengatakan, dukungan dari tim Indonesia di belakang punggungnya memberikan motivasi lebih untuk merebut kemenangan.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Senin, 6 Mei 2024 dengan judul Kalah Lawan China Di Final Piala Uber 2024, Srikandi Bulutangkis Tetap Membanggakan
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.