RM.id Rakyat Merdeka - PSSI menggelar rapat darurat atau emergency online meeting bersama Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Tengah dan Jawa Timur pada Minggu (25/1/2026).
Rapat tersebut membahas sejumlah insiden serius dalam pelaksanaan Putaran Provinsi Liga 4 musim 2025/2026 yang belakangan viral di media sosial dan menjadi sorotan publik.
Rapat daring ini diikuti Wakil Ketua Umum PSSI Zainudin Amali, Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi, anggota Exco Rudy Yulianto dan Kairul Anwar, Ketua Komite Disiplin Umar Husin, serta perwakilan Departemen Wasit Pratap Singh. Hadir pula perwakilan PSSI Jawa Tengah dan Jawa Timur, manajer tim, serta panitia pelaksana pertandingan Liga 4 di kedua provinsi tersebut.
Emergency meeting digelar menyusul sejumlah insiden tendangan brutal yang terjadi dalam kompetisi Liga 4. Insiden pertama terjadi pada laga Liga 4 Jawa Tengah antara Persikaba Blora melawan PSIR Rembang di Stadion Krida, Rabu (21/1/2026), ketika seorang pemain Persikaba ditendang di bagian dada oleh kiper PSIR.
Insiden serupa juga terjadi di Liga 4 Jawa Timur pada pertandingan PS Putra Jaya melawan Perseta 1970 Tulungagung di Stadion Gelora Bangkalan, Senin (5/1/2026). Aksi tersebut viral di media sosial dan menuai kecaman luas dari publik.
Baca juga : Kemenhaj Gelar Diklat PPIH 30 Hari, Perkuat Bahasa Arab & Disiplin Petugas Haji
Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi mengatakan, rapat darurat ini digelar atas arahan langsung Ketua Umum PSSI Erick Thohir dan Eksekutif Komite PSSI menyusul berbagai peristiwa luar biasa yang terjadi dalam kompetisi Liga 4, khususnya di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
“Atas arahan Ketua Umum Bapak Erick Thohir dan Eksekutif Komite PSSI, terkait persoalan-persoalan luar biasa yang saat ini terjadi pada event-event sepak bola Indonesia, khususnya di Liga 4 di Jawa Timur dan Jawa Tengah, kami diminta untuk segera mengambil langkah tegas,” ujar Yunus.
Menurut Yunus, insiden yang melibatkan tindakan tidak sportif pemain serta perilaku suporter telah berdampak luas dan merugikan ekosistem sepak bola nasional. Ia menilai, kejadian tersebut tidak bisa dipandang sebagai persoalan lokal semata.
“Akibat dari tindakan sejumlah pemain, media sosial menjadi sangat ramai dan mendiskreditkan nama sepak bola Indonesia, khususnya PSSI,” kata Yunus.
Yunus menegaskan, PSSI akan melakukan evaluasi menyeluruh dan menyiapkan penambahan regulasi khusus Liga 4. Sanksi yang akan diterapkan tidak hanya menyasar pemain.
Baca juga : RDMP Balikpapan Perkuat Infrastruktur Energi Nasional Terintegrasi
“Apabila terjadi hal-hal luar biasa, maka akan dilakukan evaluasi serta penambahan regulasi Liga 4 untuk memberikan sanksi. Sanksi tersebut tidak hanya ditujukan kepada pemain, tetapi juga kepada pelatih, manajer, ofisial, bahkan kepada klubnya,” ujarnya.
Wakil Ketua Umum PSSI Zainudin Amali menambahkan, setiap kejadian yang terjadi di level mana pun tetap akan dipersepsikan sebagai peristiwa sepak bola Indonesia secara keseluruhan.
“Kejadian di mana pun dan apa pun yang terjadi, itu akan selalu dilihat sebagai peristiwa sepak bola Indonesia. Terjadi di kabupaten, terjadi di provinsi, apalagi di tingkat nasional,” ujar Zainudin.
Ia mengingatkan bahwa sepak bola Indonesia berada dalam pengawasan federasi internasional. Karena itu, setiap insiden di daerah berpotensi memengaruhi penilaian global terhadap sepak bola nasional.
“Kita berada di bawah pengawasan FIFA dan AFC. Apa pun yang terjadi di kabupaten atau provinsi, FIFA pasti menilainya sebagai kejadian sepak bola Indonesia,” katanya.
Baca juga : Sidak Pasar Jelang Nataru, Amran Pastikan Harga Pangan Stabil
Zainudin juga menjelaskan, sejak awal PSSI menggulirkan Liga 4 dengan keyakinan bahwa asosiasi provinsi serta kabupaten/kota memiliki kesiapan menyelenggarakan kompetisi. Namun dalam perjalanannya, muncul persoalan serius yang tidak bisa diabaikan.
“Itulah sebabnya kami di PSSI melakukan langkah-langkah untuk menyelamatkan sepak bola Indonesia. Kita harus menyelamatkan sepak bola Indonesia ini dari penilaian yang buruk,” ucap Zainudin.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.