RM.id Rakyat Merdeka - Usai eksekusi penaltinya gagal, Messi membangkitkan Argentina untuk comeback. Dia telah mengalahkan rekor Miroslav Klose, Diego Maradona, dan Pele.
Lionel Messi kembali membuktikan diri sebagai juru selamat (messias) Argentina. Sang kapten menginspirasi kebangkitan luar biasa Albiceleste saat menyingkirkan Mesir dengan skor 3-2, sekaligus mengantar juara bertahan melaju ke perempat final.
Laga tersebut sekaligus menambah deretan rekor fantastis yang diukir Messi. Hingga kini, La Pulga telah mengoleksi total 20 gol di putaran final Piala Dunia, melampaui rekor 16 gol legenda Jerman, Miroslav Klose. Messi juga memegang rekor assist terbanyak sepanjang sejarah Argentina di Piala Dunia dengan sembilan assist, melewati torehan Diego Maradona.
Baca juga : Macron Janji Membantu Pulihkan Ekonomi Suriah
Tak hanya itu, Messi kini menjadi pemain pertama yang membukukan 12 kontribusi gol di fase gugur Piala Dunia, yakni enam gol dan enam assist, melampaui rekor legenda Brazil, Pele. Ia juga tercatat sebagai pemain pertama yang mampu mencatatkan assist dalam enam edisi Piala Dunia yang berbeda.
Ketajamannya pun luar biasa konsisten setelah sukses mencetak gol dalam delapan hingga sembilan pertandingan Piala Dunia secara beruntun.
Di luar torehan di Piala Dunia 2026, koleksi prestasi Messi juga nyaris tak tertandingi. Dia adalah peraih Ballon d’Or terbanyak dengan delapan trofi, pemilik enam Sepatu Emas Eropa, pencetak 91 gol dalam satu tahun kalender pada 2012, top skor sepanjang sejarah Barcelona dengan 672 gol.
Baca juga : Dinda Kanyadewi, Santai Belum Punya Pacar
Argentina sempat berada di ujung jurang setelah tertinggal 0-2 hingga menit ke-79. Mesir tampil mengejutkan lewat gol Yasser Ibrahim dan Mostafa Zico, sementara Messi bahkan gagal mengeksekusi penalti di babak pertama. Namun, mental juara Argentina kembali berbicara pada saat-saat krusial.
Kebangkitan dimulai melalui sundulan Cristian Romero pada menit ke-79. Empat menit berselang, Messi menebus kegagalannya dengan mencetak gol penyama kedudukan yang membakar semangat rekan-rekannya. Drama mencapai puncaknya ketika Enzo Fernandez menyundul gol kemenangan pada masa injury time usai menyambut crossing dari kapten Inter Milan, Lautaro Martinez.
Di usia 39 tahun dan kemungkinan menjalani Piala Dunia terakhirnya, Messi sekali lagi menjadi pembeda ketika negaranya berada dalam tekanan.
Baca juga : Purbaya Yakinkan Parlemen & Masyarakat: Defisit 734 Triliun, Tapi APBN Aman
Pelatih Lionel Scaloni memuji karakter anak asuhnya yang tidak menyerah hingga peluit akhir berbunyi. Kemenangan dramatis ini menjaga asa Argentina untuk mempertahankan gelar juara dunia yang mereka raih pada edisi sebelumnya.
Di babak perempat final, Argentina akan menghadapi Swiss yang lolos setelah menyingkirkan Kolombia melalui adu penalti. Duel tersebut diprediksi berlangsung sengit karena kedua tim sama-sama memperlihatkan mentalitas kuat sepanjang fase gugur Piala Dunia 2026. [GO]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.