BREAKING NEWS
 

Luis de la Fuente: Ini Generasi Terbaik Sepakbola Spanyol

Reporter & Editor :
SAIFUL BAHRI
Senin, 20 Juli 2026 05:48 WIB
Pelatih Timnas Spanyol, Luis de la Fuente. (Foto : FIFA)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pelatih Timnas Spanyol, Luis de la Fuente, tak mampu menyembunyikan rasa bangganya setelah membawa La Roja menjuarai Piala Dunia 2026.

Spanyol memastikan gelar dunia kedua sepanjang sejarah usai mengalahkan Argentina 1-0 melalui babak perpanjangan waktu pada final yang digelar di Stadion New York, Amerika Serikat, Senin (20/7/2026) pagi WIB.

Baca juga : Selangkah Lagi, Luis de la Fuente Ukir Sejarah

De la Fuente menyebut keberhasilan tersebut merupakan buah dari kerja keras para pemain yang telah tumbuh bersama sebagai satu keluarga. Menurutnya, skuad Spanyol saat ini dihuni pemain-pemain bertalenta luar biasa yang pantas menjadi kebanggaan negaranya.

Adsense

"Saya merasa sangat bangga dengan generasi pemain ini. Mereka berkembang dengan filosofi yang sama, terus menyempurnakannya, dan memberi contoh tentang arti sebuah kelompok serta keluarga. Mereka adalah pemain dengan talenta luar biasa. Bagi saya, merupakan sebuah kehormatan bisa mendampingi perjalanan mereka," ujar De la Fuente.

Baca juga : Argentina Vs Inggris: Ini Murni Sepakbola, Bukan Politik

Pelatih berusia 65 tahun itu mengaku sangat emosional saat mengenang perjalanan timnya. Ia menilai keberhasilan menyapu bersih berbagai gelar menjadi bukti kualitas generasi emas Spanyol.

"Saya sangat emosional saat mengenang perjalanan ini. Kami banyak berbicara dengan para pemain. Kami telah memenangkan semuanya dan itu luar biasa. Mereka adalah generasi pesepak bola yang menjadi kebanggaan Spanyol. Bersama, kami menjadi lebih kuat," katanya.

Baca juga : Pertamina Patra Niaga Dukung Program Pertamina Berbagi Seragam Sekolah & Sembako

De la Fuente juga menilai Spanyol seharusnya bisa memastikan kemenangan lebih cepat. Namun, penampilan gemilang kiper Argentina Emiliano "Dibu" Martinez membuat timnya harus bekerja ekstra hingga babak tambahan.

"Saya pikir pertandingan seharusnya bisa diputuskan lebih awal. Penyelamatan-penyelamatan luar biasa Dibu membuat kami tidak bisa menang lebih cepat. Namun, ini adalah final Piala Dunia dan Anda memang harus siap menderita hingga akhir, bahkan ketika lawan bermain dengan 10 orang," tutupnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense