RM.id Rakyat Merdeka - Olahraga Indonesia khususnya cabang atletik dirundung duka. Sprinter era tahun 80-an Purnomo Mohammad Yudhi wafat. Mantan sprinter terbaik Indonesia itu menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Pondok Indah Bintaro pada Jumat (15/2) pagi dalam usia 57 tahun.
"Kami mendapatkan konfirmasi dari keluarga bahwa beliau meninggal dunia pada Jumat pagi. Kondisi beliau memang sudah lemah pada pekan lalu. Tapi, kami tidak menanyakan sakit intinya apa. Kami selalu menyemangatinya agar lekas sembuh," ujar Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Tuti Merdiko, dalam pernyataan tertulisnya, Jumat (15/2).
Baca juga : Pria Tertua Dunia Wafat
Purnomo yang dilahirkan di Ajibarang Purwokerto Jateng, 12 Juli 1962 itu memang sudah lama mengidap penyakit kanker hati. Ia sudah beberapa kali dirawat di rumah sakit dan tengah menjalani terapi penyembuhan.
Dalam catatan PASI, Prestasi purnomo di lintasan atletik cukup mencengangkan. Dia semifinalis 100 meter di Olimpiade 1984 Los Angeles, AS, medali perak nomor 200 meter kejuaraan Asia 1983, medali emas nomor yang sama SEA Games 1985 Bangkok, Thailand.
Baca juga : Tantang Pacman, Thurman Mau Gantiin Mayweather
Dia juga memecahkan rekornas 100 meter putra atas nama Mohammad Sarengat menjadi 10.32 detik Rekornas ini kemudian dipecahkan Mardi Lestari menjadi 10/20 detik di ajang PON 1989. Rekornas milik Mardi itu kemudian dipecahkan anak muda Suryo Agung Wibowo menjadi 10.17 detik di SEA Games 2007 Nakhon Rachasima, Thailand.
Pada kejuaraan Asia 1985 di Jakarta, Purnomo nyaris membuat sejarah ketika tampil di nomor lari 100 meter. Pada lomba yang berlangsung 26 September 1985 di Stadion Madya Senayan itu Purnomo berlari bersama raksasa Asia lainnya seperti Zheng Chen dari Cina, Jang Jae Keun (Korsel), Talal Mansoor (Qatar), Summet Promna dari Thailand.
Baca juga : Dijagokan, Arsenal Malah Tumbang
Sayangnya, Purnomo yang berada di lintasan 5 dan sempat memimpin harus mengubur impiannya. Ia disalip Zheng Chen yang akhirnya merebut medali emas. Purnomo pun harus puas dengan medali perak.Perunggu untuk Talal Mansoor. Catatan waktu Purnomo kala itu 10.33 detik atau terpaut 04 detik dengan Zheng Chen.
Bersama Christian Nenepaath, Ernawan Witarsa dan Kardiono, Purnomo juga membukukkan rekornas lari estafet 4 x 100 meter yang bertahan selama 12 tahun. [IPL]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.