Dark/Light Mode
- Indonesia-Australia Perkuat Kerja Sama Pembinaan Atlet Muda
- Persija Alihkan Fokus ke Persiapan Musim 2026/2027
- Pramono Siapkan 1.000 Mushaf Al-Quran Untuk Peringatan ke 500 Tahun Kota Jakarta
- KMP Putri Yasmin Terbakar di Perairan Sekotong, Tim SAR Evakuasi Penumpang
- Shin Tae-yong Fokus Benahi Fisik dan Taktik Persija
RM.id Rakyat Merdeka - Niat menikmati family time di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), justru membuat aktris Jessica Mila dan suaminya, Yakup Hasibuan, disorot. Keberadaan mereka di Pulau Padar saat otoritas setempat memberlakukan pembatasan pelayaran akibat cuaca buruk, memicu tudingan miring di media sosial.
Awalnya, Jessica membagikan momen liburan bersama keluarga pada Minggu (8/8/2026). Ia memboyong sang buah hati, Kyarra Arunika Hasibuan, menikmati keindahan alam bahari NTT.
Namun, warganet dan sejumlah pelaku pariwisata lokal mempertanyakan bagaimana rombongan Jessica bisa tiba di Pulau Padar. Pasalnya, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo serta Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (DJPL) saat itu sedang memberlakukan imbauan penundaan dan pembatasan pelayaran akibat cuaca buruk.
Keberadaan Jessica di Pulau Padar pun memantik kritik. Sejumlah wisatawan dan agen perjalanan mengeluhkan kapal mereka tertahan di pelabuhan demi alasan keselamatan.
Sindiran kemudian mengarah pada dugaan adanya perlakuan berbeda bagi kalangan figur publik.
“Sadis @jscmila. Para keluarga artis bebas ke Pulau Padar seolah-olah pulau pribadi. Ribuan tamu terbengkalai, mereka malah dapat akses masuk,” tulis salah satu akun di Threads, @_donbosco18.
Tak ingin isu berkembang, Jessica memberikan klarifikasi melalui media sosialnya, Senin (10/8/2026). Ia membantah sengaja menerobos aturan pembatasan pelayaran.
Sebagai ibu yang membawa anak balita dan beberapa anak kecil dalam rombongan, Jessica menegaskan keselamatan menjadi prioritas.
“Aku dan keluarga sangat mengutamakan keamanan dan keselamatan dalam bepergian, apalagi dengan adanya Kyarra dan anak-anak lain di rombongan kami,” tegas Jessica.
Ia menjelaskan, seluruh detail perjalanan, rute, hingga penilaian kondisi laut diserahkan kepada kapten kapal sebagai pihak yang memahami kondisi teknis di lapangan.
Baca juga : Nabi Perintis Khaira Ummah
Jessica mengaku tidak mendapat pemberitahuan dari kapten kapal mengenai adanya surat edaran pembatasan pelayaran sejak keberangkatan hingga tiba di destinasi.
“Perlu aku luruskan bahwa sejak awal tidak ada pemberitahuan dari kapten bahwa ada larangan untuk berlayar ke Pulau Padar. Kami tidak akan mengambil risiko yang membahayakan keluarga jika sejak awal tahu,” terangnya.
Jessica juga menyebut kondisi cuaca saat perjalanan relatif cerah. Ia melihat sejumlah kapal wisata lain tetap bersandar dan menurunkan wisatawan di Pulau Padar pada hari yang sama.
Meski merasa tersudutkan oleh isu yang beredar, Jessica mengaku memahami kekecewaan wisatawan dan agen perjalanan yang harus menunda rencana liburan.
Ia berharap, kejadian tersebut menjadi evaluasi bagi industri pariwisata Labuan Bajo, terutama dalam hal keterbukaan informasi antara kapten kapal dan penumpang mengenai kondisi cuaca serta aturan otoritas setempat.
Baca juga : Membaca Pola Migrasi Umat
“Mudah-mudahan pengalaman ini bisa menjadi pelajaran bagi seluruh stakeholders, khususnya para captain kapal untuk memberikan informasi yang lebih terbuka kepada penumpangnya demi menjaga keselamatan,” tutup Jessica. MER
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 16, edisi Rabu, 12 Agustus 2026 dengan judul "Jessica Mila, Jawab Tudingan Terobos Pulau Padar"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.