Dark/Light Mode

Rachel Vennya Kesal Perceraiannya Disebut Settingan

Selasa, 23 Februari 2021 18:50 WIB
Rachel Vennya/IG
Rachel Vennya/IG

RM.id  Rakyat Merdeka - Selebgram Rachel Vennya kesal dengan unggahan seorang warganet yang menuding gugatan cerainya kepada Niko Al Hakim cuma settingan. Lewat Insta Story di Instagramnya, ibu dua anak ini menjawab tudingan tersebut.

“Pagi-pagi dapat kiriman ini, dikira hidupku sinetron ya mbak? Ya kalau ingin panggung, nih aku kasih,” tulis Rachel.

Kiriman yang dimaksud eks Make Up Artist (MUA) ini adalah ocehan seorang warganet di media sosial. 

Berita Terkait : Resmikan Klinik Di Medan, MS Glow Pekerjakan Disabilitas

“Tiba-tiba saja aku kepikiran perceraiannya si Mbak RV sama OKN itu setingan deh, coba kita lihat beberapa bulan atau tahun lagi ya,” ujar si warganet.

“Rameee yaoloh. Kalau begini yang dapat panggung kita berdua ya, Sis? Heran sama orang-orang kayak gini. Repot massal aja apa? Heu bye bye juliders,” balas Rachel, usai kegeramannya ramai direspons portal berita.

Pengadilan Agama Jakarta Selatan resmi mengeluarkan putusan gugatan cerai Rachel pada 16 Februari 2021. 

Berita Terkait : Soal DP Nol Persen, Daihatsu: Kuncinya Ada Di Leasing

Gugatan dilayangkan pemilik 5 juta lebih followers di Intagram itu sekitar 20 Januari 2021. Rachel dan Niko menikah pada 2017 dan mereka dikarunia 2 orang anak.

“Apa yang kita tunjukkan di social media itu ya apa adanya. Tapi jelas dong, pasti yang ditunjukin yang baik-baik saja. Masa sedih-sedihnya di-share juga,” ujar Niko, saat klarifikasi di Instagram miliknya.

“Kami berpisah baik-baik tanpa ada dendam. Gue dan Rachel sudah melewati masa-masa sulit berbulan-bulan lalu. Saat ini kami komunikasi yang baik dan akan seterusnya begitu demi anak-anak kami,” tambahnya.

Berita Terkait : Chelsea Vs Southampton, Menjaga Keangkeran The Saints

Rachel pun tak mengungkap alasan mengakhiri pernikahannya dengan Niko. Yang jelas, keduanya mengaku bercerai tanpa drama sedikit pun. Rachel dan Niko tak meributkan harta gono-gini hingga hak asuh anak. [MER]