Dark/Light Mode

Usai SBY Bertemu Jokowi, Muncul Isu Demokrat Akan Masuk Kabinet

Achmad Baidowi: Bermasalah Atau Tidak Itu Prerogatif Presiden

Jumat, 6 Oktober 2023 06:40 WIB
Achmad Baidowi, Ketua DPP PPP. Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id
Achmad Baidowi, Ketua DPP PPP. Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id

 Sebelumnya 
Kabar yang beredar, Partai Demokrat akan bergabung ke kabinet. Bagaimana respons PPP sebagai partai koalisi Pemerintah?

Penentuan anggota kabinet, merupakan hak prerogatif Presiden. PPP taat konstitusi dan menghormati hak prerogatif yang telah diamanatkan konstitusi dan perundang-undangan.

PPP tidak masalah?

Baca juga : Herman Khaeron: Menerima Atau Tidak Urusan Majelis Tinggi

PPP tidak dalam konteks memaksa atau mendesak. Kami serahkan sepenuhnya kepada Presiden Jokowi.

Kalau Demokrat bergabung, berarti yang tersisa sebagai partai oposisi hanya PKS?

Iya, jika Demokrat bergabung, berarti tinggal PKS yang berada di luar pemerintahan. 

Baca juga : SBY Ketemu Jokowi, Demokrat Kian Dekat Ke Istana

Apakah kualitas demokrasi akan menurun jika hanya PKS sebagai partai oposisi?

Bermasalah atau tidak, namanya prerogatif Presiden, ya boleh-boleh saja. Kalau tinggal PKS sendiri, ya terserah saja.

Jika demikian, PPP tidak mempermasalahkan kalau Demokrat mendapatkan jatah kursi menteri?

Baca juga : Denny JA: Publik Merasa Jokowi Mendukung Prabowo

Tidak ada masalah, itu merupakan hak prerogatif Presiden. Mau gabung atau tidak, itu urusan Presiden. Bukan urusan partai politik.

Setidaknya, apa harapan Anda?

Yang terpenting adalah, bagaimana pemerintahan ini tetap berjalan dengan baik, dan program yang pro rakyat bisa terlaksana. REN 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.