Dark/Light Mode

Elektabilitas PPP Belum Aman Untuk Bisa Lolos Ke Senayan

Djayadi Hanan: 21,5 Persen Pemilih Belum Memutuskan Pilihan

Senin, 9 Oktober 2023 06:20 WIB
Djayadi Hanan, Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia. Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id
Djayadi Hanan, Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia. Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id

 Sebelumnya 
Berdasarkan survei LSI pada September 2023, elektabilitas PPP 2,4 persen. PPP terancam tidak lolos ke DPR dong...

Belum tentu PPP tidak lolos ke Senayan. Cuma sampai September 2023, elektabilitas PPP belum mencapai titik aman empat persen (ambang batas lolos parlemen). Setelah September, elektabilitas PPP bisa meningkat.

Artinya, PPP masih berpeluang lolos ke DPR ya?

Baca juga : Djayadi Hanan: Basis Pemilih Ganjar Dan Gibran Sama

Peluang PPP untuk lolos ke DPR, tetap besar. Karena, masih ada 21,5 persen pemilih yang belum memutuskan pilihannya dalam survei ini.

Apa faktor lainnya?

Mungkin pemilih PPP masih menunggu, apakah ada pimpinan, pengurus atau tokoh PPP akan menjadi Calon Wakil Presiden pendamping Ganjar Pranowo. Misalnya, Sandiaga Uno.

Baca juga : Elektabilitas Ridwan Kamil Dongkrak Suara Golkar Di Kalangan Pemilih Muda

Kalau Sandiaga menjadi Cawapres, apakah otomatis berpengaruh terhadap elektabilitas PPP?

Kalau Sandiaga Uno jadi Cawapres pendamping Ganjar, mungkin PPP akan mendapatkan tambahan elektabilitas. 

Apakah ada faktor lain?

Baca juga : Cek Penyaluran Bansos Di Pekanbaru, Muhadjir: Jangan Persulit Orang Susah!

Jika margin of error survei dihitung, maka elektabilitas PPP bisa mencapai 5,1 persen. Artinya, secara statistik, peluang PPP untuk lolos ke DPR, tetap besar.

Apakah survei ini mengindikasikan, langkah PPP mendukung bakal Capres Ganjar Pranowo, tidak sehati dengan para pemilih tradisional PPP?

Pilihan PPP untuk mendukung Ganjar, tampaknya tidak masalah. Karena, pemilih PPP pada September lalu, lebih banyak yang memilih Ganjar, yakni 48,8 persen. Sebanyak 24,4 persen memilih Prabowo Subianto, dan 7,5 persen memilih Anies Baswedan. NNM

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.