Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Wamenkeu ke Penerima Beasiswa LPDP: Saya Tunggu Kontribusi Anda
- Pakar Hukum: Bantahan Ferry Boboho Jadi Tantangan Berat bagi JPU
- ACFFEST 2026, KPK Ajak Masyarakat Melawan Korupsi Lewat Film
- Korlantas Polri: Informasi Pembuatan SIM Gratis 2026 Hoax!
- BRI Salurkan Tunjangan Profesi Guru Non-ASN Rp921,6 M kepada 507 Ribu Penerima
Covid-19 Kini Lebih Mudah Menular, Tapi Jangan Panik
Siti Nadia Tarmizi: Kasus Harian Covid Alami Peningkatan
Senin, 11 Desember 2023 06:20 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menjelang liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru), kasus Covid-19 di Indonesia mengalami kenaikan.
Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dr. Maxi Rein Rondonuwu mengatakan, rata-rata kasus Covid-19 di Indonesia bertambah 35-40 pasien sehari.
Kenaikan kasus Covid-19 di Indonesia, dipicu oleh beberapa varian, seperti subvarian Omicron XBB 1.5 dan subvarian EG2 dan EG5. "Kami melihat ada kenaikan kasus yang cukup signifikan," ujar Maxi.
Baca juga : Jangan Panik, Perkuat Imun Dan Hidup Sehat
Meski angkanya cenderung kecil dibandingkan saat pandemi, penularannya tetap perlu diwaspadai. Terutama, bagi pasien yang mempunyai riwayat komorbid.
Agar pasien yang komorbid tidak berpengaruh berat, Maxi menyarankan pemberian vaksinasi untuk meningkatkan kembali antibodi dalam tubuh, dan memperpanjang perlindungan dari keparahan maupun kematian akibat infeksi Covid-19.
"Segera lakukan vaksinasi, jangan ditunda-tunda, karena virus ini cepat menyebar, sehingga dapat sangat berbahaya untuk keluarga maupun orang sekitar," terangnya.
Baca juga : Kemenkes: Masyarakat Jangan Panik Sikapi Pneumonia Di China
Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi membenarkan adanya peningkatan. "Kenaikan ada, seperti pekan lalu, sampai 267. Jumlahnya 30-60 per hari, dari yang 10-15 kasus," bebernya.
Meski meningkat, Nadia mengatakan, Covid yang beredar masih aman, karena angka kematiannya rendah. "Lebih cepat menular, tapi saat ini situasi epidemiologi aman. Jadi, tidak perlu panik, tapi nggak boleh lengah," anjurnya.
Epidemiolog dari Universitas Airlangga (Unair), Windhu Purnomo mewanti-wanti bagi yang mempunyai komorbid. "Covid ini memang ringan, tapi bisa berat jika ada penyakit penyerta atau komorbid. Jadi yang punya komorbid, tetap harus mendapatkan perlindungan ekstra dengan melakukan vaksinasi," katanya.
Baca juga : Pidato Mega Mulai Membakar Tanya Ke Relawan Dengan Nada Tinggi: Takut Apa Tidak?
Untuk lebih jelasnya, berikut wawancara dengan Siti Nadia mengenai hal tersebut.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya