Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Industri Tekstil PHK Puluhan Ribu Pekerja, Lawan Banjir Impor Dengan Ekspor
Saleh Partaonan Daulay: Pemerintah Perlu Memberi Stimulus
Sabtu, 7 September 2024 07:40 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kabar pemutusan hubungan kerja (PHK) massal pada sektor industri tekstil, kembali ramai dibicarakan.
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melaporkan, karyawan yang terkena PHK mencapai lebih dari 46 ribu orang, sejak Januari hingga Agustus 2024. Paling banyak terjadi di Jawa Tengah (Jateng).
"Agustus kemarin, Jawa Tengah masuk nomor satu tertinggi PHK-nya. Diikuti Jakarta, lalu Banten," ucap Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kemnaker, Indah Anggoro Putri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (2/9/2024).
Baca juga : Beringin Ajak Rakyat Lakukan Pengawasan
Indah merinci, total PHK di Indonesia mencapai 46.240 orang. Di Jawa Tengah, sambungnya, sektor yang terdampak secara dominan, yakni industri manufaktur padat karya.
"Untuk di Jawa Tengah, sektor yang tadi Bu Menteri (Menaker)bilang terdampak PHK, yakni manufaktur, tekstil, garmen dan alas kaki," ujar Indah.
Lebih lanjut, kata Indah, DKI Jakarta menjadi provinsi kedua terbanyak PHK setelah Jawa Tengah. Total angka PHK yang terjadi di Jakarta sebanyak 7.400 orang.
Baca juga : Jokowi: Kita Tidak Ingin Yang Sakit Ke Singapura
"Kalau di Jakarta kebanyakan jasa. Banyak juga restoran, kafe," ujar Indah.
Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi PDIP Rahmad Handoyo menilai, ada beberapa faktor yang menyebabkan banyak industri tekstil gulung tikar. Salah satunya, adalah produk tekstil impor yang membanjiri pasar di Indonesia.
Sedangkan, Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi Partai Ananat Nasional (PAN) Saleh Partaonan Daulay menilai, pelaku atau pengusaha industri tekstil, harus mampu bersaing dengan produk asal luar negeri. Bahkan, dia menargetkan produk tekstilIndonesia yang bisa masuk ke luar negeri.
Baca juga : Tutup Seluruh Akses Ke Situs Pornografi!
Untuk membahas topik ini lebih lanjut, berikut wawancara dengan Saleh Partaonan Daulay.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya