Dark/Light Mode

Bidang Pendidikan Pemerintahan Baru, Sederet PR Sudah Menunggu

Satriwan Salim: Sebanyak 60 Persen Sekolah SD Rusak

Sabtu, 26 Oktober 2024 07:50 WIB
Satriwan Salim, Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)
Satriwan Salim, Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)

 Sebelumnya 
Apa lagi yang Anda garis bawahi mengenai bidang pendidikan ini?

Ini poin kelima, P2G sangat konsen terhadap makin maraknya segala bentuk kekerasan yang terjadi di satuan pendidikan, baik di sekolah, madrasah, pesantren, dan lembaga pendidikan berbasis agama. Indonesia tengah mengalami darurat kekerasan di satuan pendidikan.

Saran Anda?

P2G meminta Pemerintahan membuat “Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan”, sebagai upaya sistematis, masif, dan kolaboratif lintas kementerian, lembaga, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan organisasi profesi guru.

Baca juga : Hetifah Sjaifudian: Sesuaikan Dengan Peta Jalan Pendidikan

Bagaimana kondisinya selama ini?

Selama ini, penanganan kekerasan di satuan pendidikan, tampak masih parsial, tidak terkoordinir dengan baik antarlembaga. Alhasil, beban berat selalu diberikan Pemerintah kepada sekolah, guru, dan orangtua siswa dalam pencegahan dan penanganan kekerasan.

Bagaimana dengan Ujian Nasional (UN)?

Ini masuk poin keenam, bahwa P2G meminta Mendikdasmen Abdul Mu’ti tidak menghidupkan kembali UN.

Baca juga : Mendikdasmen Tambah Sekolah Dan Rumah Belajar

Ada kekhawatiran, UN akan diadakan lagi, mengingat figur Mendikdasmen Abdul Mu’ti pernah menjabat sebagai Ketua BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan) yang tugas lembaga ini, antara lain melaksanakan UN.

Bagaimana pandangan Anda tentang upaya akselerasi pendidikan?

Ketujuh, P2G meminta adanya upaya akseleratif Pemerintahan Prabowo untuk memperluas, melengkapi, dan meningkatkan kuantitas serta kualitas infrastruktur sekolah/madrasah, serta mengakselerasi perluasan akses digital. Data BPS menunjukkan, 60 persen sekolah SD dalam kondisi rusak.

P2G juga memita Mendikdasmen baru, tidak menjadikan platform Merdeka Mengajar (PMM) sebagai beban digital administrasi guru.

Baca juga : Pramono Agendakan Sarapan Nasi Uduk

Hasil survei nasional P2G terhadap guru di 26 provinsi pada Desember 2023 menunjukkan, 83,4 persen guru merasa keberadaan PMM menjadi beban administrasi digital. Hanya 16,6 persen guru yang mengakui PMM mengurangi beban administrasi.

PMM semestinya sekadar sarana mempermudah guru belajar, memperluas jejaring, dan wadah berbagi praktik inspiratif pembelajaran, bukan menjadi tujuan. NNM

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Sabtu, 26 Oktober 2024 dengan judul "Bidang Pendidikan Pemerintahan Baru, Sederet PR Sudah Menunggu, Satriwan Salim: Sebanyak 60 Persen Sekolah SD Rusak"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.