Dark/Light Mode

Heboh Peternak Buang 50 Ribu Liter Susu Sapi, Masalahnya Di Mana? Solusinya Apa?

Daniel Johan: Pengusaha Lokal Harus Jadi Pelaku Utama

Senin, 11 November 2024 07:50 WIB
Daniel Johan, Anggota Komisi IV DPR. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)
Daniel Johan, Anggota Komisi IV DPR. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Aksi buang susu oleh peternak susu sapi lokal di Boyolali, Jawa Tengah mencuri perhatian. Susu yang dibuang di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Winong, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu (9/11/2024), mencapai 50 ribu liter.

Seperti diberitakan DetikJatim, peternak sapi perah asal Kabu­paten Pasuruan, Jawa Timur, juga melakukan aksi buang susu segar, karena industri pengolahan susu membatasi penyerapan dari peternak lokal. Sebelum ada pembatasan, pengiriman susu per hari bisa mencapai 100 ton-200 ton. Tetapi, saat ini hanya sekitar 40 ton.

Ketua Dewan Persusuan Nasional (DPN) Teguh Boediyana menjelaskan, aksi tersebut dilakukan lantaran industri pengolah susu membatasi penyerapan susu yang dihasilkan peternak sapi perah.

Baca juga : Firman Soebagyo: Pemerintah Harus Datangi Pabrik Susu

Dia menambahkan, tindakan tidak menyerap susu segar dari pe­ternak sapi perah, adalah akibat tidak adanya peraturan perundang-undangan yang melindungi usaha peternak sapi perah rakyat. "Harus menjamin kepastian pasar dari susu segar yang dihasilkan," katanya, seperti diberitakan CNBC, Minggu (10/11/2024).

Menanggapi aksi itu, Anggota Komisi IV DPR dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Daniel Johan menyatakan, susu sapi dari peternak lokal harus bisa diserap. "Seperti, dalam program makan bergizi gratis," tandasnya.

Anggota Komisi IV DPR Fraksi Partai Golkar, Firman Soebagyo mengaku, informasi yang dia terima terkait aksi membuang susu, adalah soal beban pajak yang ditagihkan kepada mereka tidak relevan.

Baca juga : Menteri Fadli Zon Pulihkan Artefak Sejarah Indonesia

Karena itu, kata dia, harus ada tindakan cepat dari Pemerintahdan instansi terkait. "Pajak pusat atau pajak daerah, kita perlu menelusuri," ujar Firman kepada Rakyat Merdeka, Minggu (10/11/2024).

Selain itu, dia mengingatkan, tidak terserapnya susu lokal ini, tidak sesuai dengan semangat Presiden Prabowo Subianto, yang ingin membangkitkan industri dalam negeri, termasuk swasembada pangan.

Menurut dia, Pemerintah pusat yang membidangi hal ini, antara lain Kementerian Pertanian, Kementerian Koperasi dan Pemda harus segera berkoordinasi. "Pembuangan susu sampai sekian ton, ini bukan sedikit. Bayangkan, itu dari berapa ribu sapi. Pemerintah mesti cepat menangani hal ini," tegasnya.

Baca juga : Dukungan Prabowo Dalam Kapasitas Ketum Gerindra

Untuk membahas topik tersebut lebih lanjut, berikut wawancara dengan Daniel Johan.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.