Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Rute Transjakarta Blok M-Kota, Dihapus Saja Atau Masih Diperlukan?
Abdul Aziz: Tidak Ada Alasan Yang Mendesak
Kamis, 26 Desember 2024 07:50 WIB
Sebelumnya
Tentang wacana penghapusan ko
ridor satu Transjakarta, bagaimana pendapat Anda?
Penghapusan koridor tidak sederha
na, karena harus ada kajian mendalam tentang hal tersebut yang melibatkan banyak pihak. Jika tidak ada alasan yang mendesak, saya kira tidak perlu dilakukan.
Siapa saja yang mesti dilibatkan dalam kebijakan ini?
Seluruh pemangku kepentingan yang terlibat, misalnya akademisi dan tokoh-tokoh masyarakat Jakarta. Sebab, tujuan adanya Transjakarta ini untuk masyarakat.
Baca juga : Gilbert Simanjuntak: Subsidinya Per Tahun Tembus Rp 3 Triliun
Yang jauh lebih penting adalah, mendorong kebijakan-kebijakan agar masyarakat menggunakan kendaraan umum, bukan sebaliknya.
Berarti kalau dihapus, nanti masyarakat beralih ke kendaraan pribadi lagi, ya?
Semua info tentang hal tersebut, ha
rus ada dikaji, sehingga tergambar apa yang terjadi jika hal tersebut dilakukan.
Apakah akan menimbulkan ke
macetan yang parah. Apalagi koridor satu adalah salah satu jalur tersibuk?
Baca juga : Menko Polkam Pastikan Liburan Nataru Aman...
Info tersebut akan kita dapatkan dari kajian.
Terkait besarnya subsidi yang mencapai Rp 3 triliun per tahun, menjadi alasan penghapusan. Bagaimana pandangan Anda?
Subsidi tidak mungkin dilakukan sepanjang waktu, ada batas waktu dan syarat-syarat yang harus terpenuhi.
Subsidi ini harus diambil dari pajak pengguna kendaraan pribadi yang menimbulkan eksternalitas negatif pada masyarakat sekitar.
Apakah wacana ini perlu dihen
tikan?
Baca juga : Golkar Sulsel Jadi Rebutan
Sebagai wacana, boleh-boleh saja. Tapi untuk dieksekusi, harus ada per
syaratan yang dipenuhi, berdasarkan kajian-kajian agar berdampak positif pada masyarakat, bukan sebaliknya. REN
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Kamis, 26 Desember 2024 dengan judul "Rute Transjakarta Blok M-Kota, Dihapus Saja Atau Masih Diperlukan? Abdul Aziz: Tidak Ada Alasan Yang Mendesak"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya