Dark/Light Mode

Usul Tentang THR Dipercepat, Efektif Atau Nggak Sih?

Hariyadi Sukamdani: Perencanaan Bisa Dilakukan Jauh Hari

Selasa, 4 Februari 2025 07:40 WIB
Hariyadi Sukamdani, Ketua Umum Perhimpunan Hotel & Restoran Indonesia. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)
Hariyadi Sukamdani, Ketua Umum Perhimpunan Hotel & Restoran Indonesia. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)

 Sebelumnya 
Bagaimana Anda melihat usulan tentang Tunjangan Hari Raya (THR) dicairkan lebih cepat menjelang Lebaran 2025?

Itu tergantung kemampuan perusahaan-perusahaan. Karena, cashflow-nya berbeda-beda. Tapi, mudah-mudahan tidak masalah. Sebab, kalau melihat kecenderungan setelah pandemi Covid-19, sepertinya bisa.

Kondisi sekarang sudah lebih baik, sehingga perusahaan bisa melakukan perencanaan jauh-jauh hari. Tapi, sekali lagi, tergantung kondisi keuangan perusahaan.

Lebih baik membayar THR jauh-jauh hari, ataukah mepet menjelang Lebaran?

Baca juga : Menkomdigi Gercep Bentuk Tim Khusus

Mau jauh-jauh hari atau mepet, sama saja, keluar juga itu uangnya. Tinggal bagaimana mengatur keuangan perusahaan. Tapi, ada juga yang kondisi keuangannya kurang baik, sehingga mencairkannya mendekati hari cuti bersama.

Apakah waktu pencairan THR yang lebih awal, akan diikuti libur lebih awal juga, supaya tidak terjadi penumpukan arus mudik saat mepet menjelang Lebaran?

Jadi begini, poinnya bukan THR dipercepat atau tidak. Masalahnya pada jumlah hari cutinya. Di swasta itu jatahnya maksimal 12 hari kerja dalam satu tahun. Tergantung pekerja, apakah masih ada sisa cutinya atau tidak. Soalnya, sudah banyak cuti bersama.

Misalnya pekerja sudah cuti sekitar Imlek dan cuti bersama lainnya, pas Lebaran sudah habis jatahnya. Kalau  sudah habis jatah cutinya, berarti tidak bisa lebih dini pulang kampungnya. Jadi, semua tergantung karyawan. Kalau memang masih punya jatah cuti banyak, ya bisa pulang lebih awal.

Baca juga : Beban Finansial Rakyat Bakal Semakin Berat...

Apakah Anda punya saran mengenai hal ini?

Ini kan usulan dari Kementerian Perhubungan, agar lalu lintas tidak padat. Tapi, moda transportasi tidak hanya darat, kereta dan udara, laut juga bisa dipakai. Jadi, perlu sosialisasi tentang penggunaan transportasi laut. Mungkin orang tertarik juga naik kapal.

Lalu, bagaimana dengan usulan tentang penerapan Work From Anywhere (WFA)?

Itu kita kembalikan pada masing-masing perusahaan, karena karakter industrinya berbeda-beda. Tidak semua bisa seperti itu. Yang bisa WFA itu terkait perusahaan konsultan atau perusahaan sektor keuangan tertentu. Pokoknya, sektor yang bisa dikerjakan di mana-mana. Di sektor saya (hotel dan restoran), tidak bisa menerapkan itu. Karena, kami sektor pelayanan publik. NNM

Baca juga : Momentum Refleksikan Perjuangan Tiada Akhir

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Selasa, 4 Februari 2025 dengan judul "Usul Tentang THR Dipercepat, Efektif Atau Nggak Sih? Hariyadi Sukamdani: Perencanaan Bisa Dilakukan Jauh Hari"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.