Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Dunia Media Sosial, Akses Anak-anak Perlu Dibatasi
Oleh Soleh: Saya Usul Pelarangan Bukan Pembatasan
Selasa, 11 Februari 2025 07:50 WIB
Sebelumnya
Pemerintah melalui Komdigi akan membatasi akses ruang bagi anak-anak. Respons Anda?
Saya mengusulkan pelarangan ini bagi anak, bukan hanya pembatasan. Pemerintah bisa meniru penerapan aturan penggunaan gawai yang telah dijalankan pesantren. Saya usulkan bukan pembatasan, tapi pelarangan secara tegas.
Kenapa begitu?
Karena persoalan penggunaan gadget dan akses ruang digital di kalangan anak-anak, sudah sangat memprihatinkan. Para orangtua sulit mengatur anak-anaknya dalam menggunakan handphone. Karenanya, perlu ketegasan Pemerintah dalam mengatur ini.
Memangnya kenapa kalau hanya dibatasi?
Baca juga : Pratama Persadha: Indonesia Sedang Pikirkan Pembatasan
Jika sekadar pembatasan, maka aturan itu tidak akan efektif. Kalau pembatasan itu berdasarkan akun pengguna atau akun anak, maka aturan itu masih bisa diakali.
Misalnya, pembatasan penggunaan gadget bagi anak yang berusia di bawah 16 tahun. Maka, bagi anak yang berusia 14 tahun, mereka masih bisa menyiasati aturan itu. Mereka bisa meminjam akun temannya yang berusia di atas 16 tahun.
Anak berusia 14 tahun itu bisa main ke rumah temannya dan main gadget dengan akun milik temannya yang usianya di atas 16 tahun. Jadi, anak itu masih bermain gadget dan mengakses internet.
Maksud Anda kalau pembatasannya berdasarkan akun akan sulit, ya?
Iya. Kalau pembatasan berdasarkan akun yang dimiliki anak, maka mereka masih bisa menggunakan akun-akun yang lain. Bahkan, anak bisa menggunakan akun palsu.
Baca juga : Para Menteri Nggak Usah Waswas Bakal Direshuffle
Pertanyaannya kalau pembatasan berdasarkan akun, hari ini kita di IG punya satu akun asli, tapi bisa mempunyai akun-akun palsu. Kita bisa punya ratusan akun yang palsu.
Kalau dibatasi, saya rasa ini tidak ada artinya. Jadi, saya merekomendasikan bukan pembatasan, tapi pelarangan secara tegas bagi anak usia di bawah 16 tahun.
Soal tudingan pelarangan akses ini akan menghalangi anak mendapatkan informasi, bagaimana?
Saya merekomendasikan pelarangan penggunaan gadget dan akses internet pada waktu-waktu tertentu. Pelarangan penggunaan gadget dan akses internet itu sudah diterapkan di pondok pesantren.
Bagi orangtua santri yang ingin menghubungi anaknya, mereka bisa melalui pengurus atau ustad yang ditunjuk sebagai penanggungjawab santri.
Baca juga : Ada Deklarasi Kades Dan Coblosan Ilegal Di Aceh Timur
Hasilnya maksimal. Manfaat dan dampak dari pelarangan itu sangat bagus. Anak akhirnya bisa fokus belajar, dan karakter anak juga bisa terbangun dengan baik. REN
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Selasa, 11 Februari 2025 dengan judul "Dunia Media Sosial, Akses Anak-anak Perlu Dibatasi, Oleh Soleh: Saya Usul Pelarangan Bukan Pembatasan"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya