Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Dianggap Sukses Di Pilkades, Pemilu E-Voting Apa Bisa Dipercaya?
Rahmat Bagja: Infrastrukturnya Mesti Dibenahi Dulu
Minggu, 11 Mei 2025 07:40 WIB
Sebelumnya
Apa pandangan Bawaslu terkait wacana Pemilu melalui e-voting?
Kami di Bawaslu pada dasarnya mendukung rencana tersebut. E-voting bisa menjadi solusi yang efektif untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi pelaksanaan pemilu di masa depan. Apalagi, di Pilkades sukses. Itu membuka peluang untuk diterapkan di tingkat yang lebih tinggi, mulai dari Pilkada hingga Pilpres.
Apa tantangan utama dalam e-voting?
Tantangan terbesarnya ada pada infrastruktur, terutama terkait daftar pemilih tetap (DPT). Selama ini, DPT masih sering menjadi sumber masalah, mulai dari data ganda, pemilih yang tidak terdaftar, hingga pemilih fiktif. Kalau kita tidak benahi dulu infrastrukturnya, penerapan e-voting justru bisa memperbesar persoalan yang sudah ada.
Baca juga : Tito Minta Ke Pemda Sediakan Lahan BGN
Bagaimana dengan kesiapan infrastruktur di daerah, terutama yang masih tertinggal?
Nah, ini penting. Ambil contoh Papua. Di sana, pasokan listrik masih belum stabil. Kadang hidup, kadang mati. Jadi, kalau kita bicara e-voting di daerah seperti itu, menurut saya masih terlalu dini. Sebaiknya kita benahi dulu infrastrukturnya. Tidak hanya listrik, tapi juga jaringan internet dan sistem pendukung lainnya.
Selain persoalan teknis, apakah ada hal lain yang perlu disiapkan sebelum e-voting diterapkan?
Kesiapan teknologi harus dibarengi dengan kesiapan sosial-politik. Kita harus membangun kepercayaan publik terhadap sistem yang akan digunakan. Lihat saja Amerika Serikat, meskipun mereka jadi rujukan demokrasi, warganya tetap wajib hadir di TPS. Bedanya, mereka sudah menggunakan mesin elektronik untuk mempercepat proses penghitungan, tapi tetap menjaga prinsip kehadiran langsung.
Baca juga : Bahlil Sowan Khusus Ke Ponpes Bumi Shalawat
Jadi, kepercayaan publik menjadi kunci utama?
Iya, benar sekali. Harus ada basis yang kuat. Prakondisi utamanya adalah masyarakat harus percaya dengan sistem informasi yang dikeluarkan oleh penyelenggara pemilu. Tanpa kepercayaan itu, secanggih apa pun teknologinya, akan sia-sia.
Jika semua tantangan ini bisa diatasi, apakah Bawaslu optimis e-voting bisa diterapkan dalam waktu dekat?
Saya optimis, asal semua pihak. Pemerintah, penyelenggara pemilu, dan masyarakat bersungguh-sungguh mewujudkannya. Tapi sebelum itu, kita punya pekerjaan rumah besar: membenahi infrastruktur dasar seperti jaringan listrik dan internet, memastikan DPT yang akurat, serta membangun sistem keamanan siber yang kuat untuk menangkal potensi kecurangan dan serangan. ASI
Baca juga : BNN: Jual Narkoba Bukan Solusi Atasi Kemiskinan
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Minggu, 11 Mei 2025 dengan judul "Dianggap Sukses Di Pilkades, Pemilu E-Voting Apa Bisa Dipercaya? Rahmat Bagja: Infrastrukturnya Mesti Dibenahi Dulu"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya