Dark/Light Mode

Sistem Penerimaan Siswa Baru Masih Dihantui Kecurangan

Abduk Fikri Faqih: Sebaiknya Sekolah Dan Orang Tua Dilibatkan

Senin, 7 Juli 2025 07:40 WIB
Abduk Fikri Faqih, Anggota Komisi X DPR RI. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)
Abduk Fikri Faqih, Anggota Komisi X DPR RI. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)

 Sebelumnya 
Ombudsman RI menyebut ada dugaan kecurangan dan kurangnya sosialisasi pada Sistem Penerimaan Murid baru (SPMB) 2025. Bagaimana tanggapan Anda? 

SPMB ini kan sudah dari tahun ke tahun ya. Artinya sudah ada data rekap dari kementerian tentang SPMB atau sejenisnya dari tahun lalu. Kalau masalah seleksi penerimaan murid baru itu biasanya menggandeng pihak lain. Misalnya Ombudsman. Ombudsman itu kan juga punya catatan yang lalu seperti apa, sekarang seperti apa. Dari dulu itu problematikannya masih terus dari itu ke itu saja. Mestinya kan kita tidak boleh terperosok pada lubang yang sama. Sehingga mestinya ada progres. 

Catatan Anda seperti apa saja?

Baca juga : DPR Turunkan Tim Supervisi

Secara teknis misalnya itu apakah memang rumitnya teknisnya secara aplikasi atau ada kendala lain bagi yang online. Kalau memang ada kerumitan, maka mestinya ada usaha untuk simplifikasi, lebih menyederhanakan. Kemudian juga dari dulu kan masalah dokumen karena ada zonasi dan sebagainya. Kalau sekarang masih ditemukan kasus itu, berarti memang tidak ada yang menekuni untuk kemudian terus dilakukan perbaikan-perbaikan. Sekali lagi, saya kira dokumen lama ini menjadi penting untuk kemudian dilakukan perbaikan. 

Lalu bagaimana Anda melihat masih adanya praktik penitipan siswa/siswi ke sekolah oleh anggota dewan seperti yang terjadi di Banten?

Kalau memang itu tidak diperbolehkan ya mestinya harus ketat. Tapi kalau kemudian masih juga muncul, itu kan mengambil hak orang lain ya jika ada privilege seperti itu. Sekali lagi, memang harus komprehensif. Jadi, setelah adanya pemisahan di Kemendikbud, memang harus ada orang lama maupun orang baru yang kemudian duduk di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Upntuk meneliti mana kelemahan-kelemahan ypang lalu dan supaya sekarang tidak terjadi. Itu secara umum teknis atau apa. Kemudian termasuk juga sosialisasi.

Baca juga : Mardani Dorong PKS Jadi Partai Policy Entrepreneur

Untuk sosialisasi bagi orang tua siswa mengenai SPMB tahun ini seperti apa Anda melihatnya?

Sosialisasi kalau kemudian ternyata di kota besar seperti Jakarta saja banyak yang tidak paham, ini kan masalah. Nah sehingga mestinya, ini saya bicara normatif ya secara umum. Karena memang ini hal yang berulang. Kalau ada hal-hal yang khusus, misal karena kerumitan mungkin bisa dimaklumi. Lalu kalau sosialisasi, ini kan sekarang bisa melalui banyak jalur. Lewat media mainstream, media sosial. Kemudian mungkin kalau memang dianggap rawan, mispersepsi atau diskomunikasi, kalau perlu ya kembali seperti zaman dulu. NNM

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Senin, 7 Juli 2025 dengan judul "Sistem Penerimaan Siswa Baru Masih Dihantui Kecurangan, Abduk Fikri Faqih: Sebaiknya Sekolah Dan Orang Tua Dilibatkan"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.