Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pemerintah Siap Bangun Hotel Di Mekkah, Indonesia Segera Punya Kampung Haji
Dahnil Anzar Simanjuntak: Bisa Berdampak Bagi Ekonomi Nasional
Sabtu, 20 Desember 2025 07:15 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Keinginan Presiden Prabowo Subianto membangun kampung haji di tanah suci Makkah mulai terealisasi. Pasalnya, Pemerintah Indonesia sudah mulai membeli satu hotel di kawasan Tahrir, Makkah, Arab Saudi.
Realisasi ini pun mendapat respons dari Kementerian Haji dan Umrah serta Komisi Nasional (Komnas) Haji.
Perkembangan ini, awalnya diungkap oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi yang juga CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Rosan Perkasa Roeslani, usai bertemu Presiden di Istana Negara, Rabu (17/12/2025).
Dia mengumumkan, Danantara secara resmi telah menandatangani conditional sales and purchase agreement atau perjanjian jual beli bersyarat. Melalui Danantara, Pemerintah Indonesia telah membeli satu hotel di kawasan Tahrir.
“Nilai pembeliannya total itu adalah 500 juta dolar lebih sedikit,” katanya.
Baca juga : Mustolih Siradj: Cita-cita Dari Dulu, Terealisasi Sekarang
Rosan mengatakan, hotel yang diakuisisi Pemerintah Indonesia terdiri atas tiga tower setinggi 28 lantai di kawasan Tahrir, dengan luas lahan hotel sekitar 4.620 meter persegi.
Selain hotel, kata Rosan, Pemerintah juga telah membeli lahan seluas sekitar 4,4 hektare di area yang sama. Dengan demikian, total luas kawasan Kampung Haji Indonesia yang telah dikuasai mencapai sekitar lima hektare.
Lahan tersebut, direncanakan menjadi lokasi pengembangan tahap lanjutan berupa pembangunan tiga tower tambahan serta satu pusat perbelanjaan untuk melayani kebutuhan jamaah haji dan umrah Indonesia.
Untuk pengembangan lanjutan tersebut, Rosan menyebut estimasi kebutuhan investasi masih bersifat tentatif, yakni berkisar antara 700 hingga 800 juta dolar AS. Sementara itu, nilai penawaran atau bidding untuk pembelian tanah secara keseluruhan berada di kisaran 750 juta dolar AS.
“Paling nggak, ini adalah awal yang sangat baik. Inilah mandat yang diberikan kepada kami, sudah mulai kami laksanakan,” ujar Rosan.
Baca juga : Bahlil Pastikan Pasokan Energi Aman Terkendali
Dia menambahkan, pembangunan di atas lahan yang baru diakuisisi ditargetkan dapat dimulai pada kuartal IV tahun depan. Terkait pendanaan, Rosan menyatakan bahwa untuk tahap awal, termasuk proses pengambilalihan aset, sepenuhnya dibiayai oleh Danantara.
Ke depan, pihaknya terbuka untuk berkolaborasi dengan Kementerian Haji dan Umrah yang juga memiliki sumber pendanaan. Menurut Rosan, seluruh proyek ini bertujuan meningkatkan kualitas fasilitasi bagi jamaah haji dan umrah Indonesia agar lebih nyaman dan layak.
“Pada intinya, bagaimana kita meningkatkan pelayanan kepada jamaah kita menjadi lebih baik dan lebih nyaman,” katanya.
Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, langkah pembelian hotel ini akan memberikan dampak positif pada ekosistem haji. Sebab, kata dia, biaya akomodasi haji bagi jemaah haji cukup besar.
“Seperti sewa hotel itu sangat besar,” ungkap Dahnil kepada Rakyat Merdeka, Jumat (19/12/2025).
Baca juga : Menteri Arifatul Minta Tenda Pengungsian Ramah Keluarga
Sementara itu, Ketua Komnas Haji Mustolih Siradj keputusan Danantara membeli properti di Tanah Suci ini sangat tepat. Pasalnya, keberadaan kampung haji di Indonesia sudah diinginkan sejak lama oleh masyarakat Indonesia.
“Ini adalah momentum yang telat dan monumental,” ungkap Mustolih Siradj, Jumat (19/12/2025).
Untuk mengetahui pandangan Dahnil Anzar Simanjuntak mengenai pembelian properti oleh Danantara untuk kampung haji Indonesia di Arab Saudi, berikut wawancaranya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya