Dark/Light Mode

Maksimalkan Pelayanan Haji, Kemenhaj Tambah Petugas Haji Dari Unsur TNI Dan Polri

Dini Rahmania: Rekrutmennya Harus Transparan Dan Kompeten

Selasa, 20 Januari 2026 07:10 WIB
Dini Rahmania, Anggota Komisi VIII DPR. Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id
Dini Rahmania, Anggota Komisi VIII DPR. Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id

 Sebelumnya 
Kuota petugas haji dari unsur anggota TNI dan Polri pada musim haji 2026 akan ditambah menjadi 185 orang, naik dari sebelumnya yang hanya 80 orang. Bagaimana Anda melihat penambahan kuota petugas haji dari unsur TNI dan Polri ini?

Saya menyambut baik langkah Kementerian Haji dan Umrah yang menyiapkan tambahan personel dari unsur TNI dan Polri untuk memperkuat perlindungan dan keamanan jemaah haji 2026. Dengan tantangan operasional yang semakin besar dan kondisi layanan di Tanah Suci yang sangat dinamis, penguatan aspek perlindungan jemaah memang menjadi kebutuhan.

Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak menilai, petugas haji dari unsur TNI/Polri selama ini memiliki dedikasi yang lebih baik dalam bertugas melayani jemaah.

Apakah hal ini bisa menjadi alasan untuk menambah kuota petugas haji dari unsur TNI/Polri?

Baca juga : DPR Harap Pemda Percepat Penanganan Pascabencana

Berdasarkan pengawasan Komisi VIII DPR, petugas dari unsur TNI dan Polri selama ini menunjukkan kedisiplinan dan kesiapsiagaan yang baik di lapangan, terutama dalam situasi padat dan darurat.

Jadi memang tepat keputusan ini ya?

Hal ini dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam memperkuat fungsi perlindungan jemaah.

Menurut Anda, apakah petugas dari unsur TNI dan Polri ini harus berfokus pada layanan perlindungan jemaah saja atau bisa ditempatkan pada layanan jemaah lainnya, seperti layanan lansia?

Baca juga : Gibran Susuri Gang Sempit, Dengarkan Keluhan Warga

Penambahan jumlah petugas dari unsur TNI dan Polri tetap harus ditempatkan secara tepat dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Maksudnya bagaimana?

Harus sesuai aturan agar tidak tumpang tindih dengan tugas pelayanan haji serta tidak mengurangi kuota petugas haji yang telah diatur dalam regulasi.

Untuk penempatan anggota TNI dan Polri, baiknya bagaimana?

Baca juga : Muhaimin Ajak Filantropi Aktif Perangi Kemiskinan

Terkait penempatan di lapangan, unsur TNI dan Polri memang paling tepat difokuskan pada fungsi perlindungan jemaah. Meski demikian, mereka juga dapat dilibatkan dalam pendampingan jemaah lansia dan berisiko tinggi, sepanjang dibekali pelatihan khusus dan pendekatan yang humanis.

Lantas, adakah saran dari Anda untuk Kemenhaj dalam proses perekrutan petugas haji yang saat ini sedang dilakukan pendidikan?

Ke depan, saya mendorong Kementerian Haji dan Umrah agar proses rekrutmen dan pendidikan petugas haji dilakukan secara transparan dan berbasis kompetensi. NNM

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Selasa, 20 Januari 2026 dengan judul "Maksimalkan Pelayanan Haji, Kemenhaj Tambah Petugas Haji Dari Unsur TNI Dan Polri Dini Rahmania: Rekrutmennya Harus Transparan Dan Kompeten"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.