Dark/Light Mode

Dampak Konflik Global, Harga Plastik Meroket

Saleh Partaonan Daulay: Manfaatkan Plastik Daur Ulang Secara Maksimal

Sabtu, 11 April 2026 07:15 WIB
Saleh Partaonan Daulay, Ketua Komisi VII DPR. FOTO: IG PRIBADI
Saleh Partaonan Daulay, Ketua Komisi VII DPR. FOTO: IG PRIBADI

 Sebelumnya 
Harga plastik mengalami kenaikan dan berdampak langsung kepada pelaku UMKM. Apa tanggapan Anda?

Plastik ini memang ada dua sumber, yaitu daur ulang dan plastik impor. Untuk plastik impor memang agak sulit dikendalikan, karena dipengaruhi oleh faktor global. Termasuk harga minyak, situasi geopolitik, dan supply chain. Makanya, Indonesia sampai hari ini masih sangat tergantung pada bahan impor. Jika pasokan terganggu dari bahan-bahan impor, maka harga otomatis langsung naik dan itu sudah dirasakan masyarakat.

Pelaku UMKM pun mengeluhkan ini, apa yang dapat dilakukan Pemerintah?

Ada beberapa strategi yang saya kira bisa dilakukan untuk mengantisipasi kenaikan harga plastik impor. Pertama, mendiversifikasi sumber impor. Kalau selama ini mungkin sumber impornya baru dari satu negara, saatnya sekarang industri-industri yang memakai plastik untuk memproduksi bahan-bahan produksinya, sudah bisa mencari alternatif negara lain. Misalnya, selama ini mereka selalu mengimpor dari China, mungkin saja mereka sekarang sudah bisa mencari alternatif ke India, Afrika, dan ke negara-negara lain.

Baca juga : Ali Mahsum Atmo: UMKM Resah, Pemerintah Mesti Bergerak Cepat

Strategi lainnya?

Kurangi ketergantungan impor. Kalau bisa bahan-bahan yang ada di dalam negeri dimanfaatkan secara maksimal, sehingga tidak tergantung dengan produk-produk impor.

Tentu yang mengerti betul tentang perhitungan dan cara mengeksekusi langkah ini adalah industri-industri yang menggunakan produk plastik tersebut. Strategi selanjutnya, bagaimana industri tetap memproduksi ulang lagi.

Maksudnya melakukan recycle?

Baca juga : Komisi III Kaji Usulan Stop Peredaran Rokok Elektrik

Misalnya plastik air minum dalam kemasan, perusahaan tersebut diharapkan memaksimalkan daur ulang dengan cara mengumpulkan kembali produk-produk plastik yang telah mereka produksi. Jadi jangan sampai jatuh ke pihak yang lain, walaupun sebetulnya jatuh ke pihak yang lain itu kan masih dalam negeri ya.

Setelah itu, perlu adanya stok manajemen logistik. Jadi kalau sudah menemukan satu sampai tiga negara yang harganya bersaing atau murah, membelinya harus memadai atau dalam jumlah banyak. Sehingga mereka punya stok, tidak terganggu dengan kondisi di dunia internasional.

Apa saran lainnya untuk sektor industri agar harga plastik masih terjangkau oleh pelaku UMKM?

Saya kira ini agak sulit tapi bisa saja dilakukan, yakni efisiensi penggunaan plastik. Misalnya selama ini memproduksi plastik yang tebal dengan ukuran sekian milimeter, nanti bisa dikurangi ketebalannya. Tentu ini merupakan penghematan dan menghindari pemborosan. Namun, diperlukan juga alternatif bahan lain. Produk-produk yang selama ini dibungkus dengan plastik bisa diganti bahan alternatif. NNM

Baca juga : Menko Zulhas Dorong Hilirisasi Susu Nasional

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Sabtu, 11 April 2026 dengan judul "Dampak Konflik Global, Harga Plastik Meroket, Saleh Partaonan Daulay: Manfaatkan Plastik Daur Ulang Secara Maksimal"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.