Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Harga BBM Subsidi Dijamin Tak Naik Sampai Akhir Tahun
Mukhamad Misbakhun: Untuk Jaga Momentum Pertumbuhan Ekonomi
Minggu, 10 Mei 2026 07:10 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Di tengah lonjakan harga minyak dunia, harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi tetap dipertahankan oleh Pemerintah. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjamin, harga BBM subsidi takkan naik sampai akhir tahun.
Bahlil menegaskan, kebijakan harga BBM subsidi tidak berubah. Yang naik hanya harga BBM non-subsidi, yang disesuaikan dengan perkembangan pasar. Bahlil pun meminta masyarakat pengguna BBM subsidi tidak perlu khawatir. Pemerintah akan tetap menjaga stabilitas harga BBM subsidi.
“Sekali lagi saya katakan bahwa untuk minyak subsidi, baik bensin maupun solar, juga LPG, tidak akan ada kenaikan. Saya katakan tidak akan ada kenaikan,” kata Bahlil, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (5/5/2026).
Baca juga : DPR Minta Jaminan Distribusi Solar Subsidi Nelayan Kecil
Di lapangan, harga BBM non-subsidi menunjukkan tren peningkatan. Harga Pertamina Dex misalnya, mencapai Rp 27.900 per liter. Di SPBU swasta, harga BBM non-subsidi lebih mahal lagi. Untuk solar, mencapai Rp 30.000 per liter. Kenaikan ini mengikuti kondisi pasar energi global.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun menilai, keputusan Pemerintah tidak menaikkan harga BBM subsidi merupakan keputusan politik yang sangat strategis. Menurutnya, keputusan yang diambil Pemerintah semata-mata dalam rangka menjaga kepentingan nasional.
“Ada dua aspek, yakni aspek ekonomi dan aspek politik,” ujar politisi Partai Golkar ini, kepada Rakyat Merdeka, Kamis (7/5/2026).
Baca juga : Dokter Muda Maksimal Kerja 40 Jam Seminggu
Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda sependapat dengan langkah Pemerintah yang tidak menaikkan harga BBM bersubsidi. Sebab, kenaikan harga BBM subsidi akan memberikan dampak terhadap perekonomian nasional.
“Jika harga BBM bersubsidi meningkat, maka dampak terhadap inflasinya cukup tinggi,” ungkap Nailul Huda kepada Rakyat Merdeka, Kamis (7/5/2026).
Ia pun menyarankan Pemerintah agar mempertebal anggaran subsidi BBM. Ia khawatir APBN tidak mampu menopang subsidi BBM hingga akhir tahun.
Baca juga : Menekraf Kawal Padang Jadi Kota Kreatif Dunia
“Agar APBN tidak goyah, maka perlu refocusing anggaran untuk mempertebal anggaran subsidi BBM,” tambahnya.
Untuk mengetahui pandangan Mukhamad Misbakhun mengenai jaminan Pemerintah tidak menaikkan harga BBM subsidi, berikut wawancara lengkapnya:
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya