Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Harga BBM Subsidi Dijamin Tak Naik Sampai Akhir Tahun
Mukhamad Misbakhun: Untuk Jaga Momentum Pertumbuhan Ekonomi
Minggu, 10 Mei 2026 07:10 WIB
Sebelumnya
Pemerintah tidak menaikkan harga BBM subsidi di tengah melonjaknya harga minyak dunia. Bagaimana pandangan Anda?
Dari aspek ekonomi, ini untuk menjaga daya beli masyarakat kelompok rentan dari kenaikan harga. Apabila mereka terpapar kenaikan harga BBM bersubsidi, maka akan memberikan tekanan terhadap inflasi. Sebab, harga BBM menjadi salah satu administered price inflation. Kalau harga BBM subsidi dinaikkan, maka harga logistik akan naik, biaya produksi akan naik, dan itu akan memberikan tekanan terhadap harga-harga hampir semua kebutuhan masyarakat.
Dampaknya akan seperti apa?
Ini akan memberikan tekanan terhadap pertumbuhan ekonomi. Jadi, langkah ini dilakukan Pemerintah untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi tersebut. Ini terbukti karena kita berada dalam pertumbuhan ekonomi yang meyakinkan di antara negara-negara lain di dunia, terutama di G20.
Baca juga : DPR Minta Jaminan Distribusi Solar Subsidi Nelayan Kecil
Kalau dari aspek politik?
Dalam keadaan geopolitik yang serba tidak menentu dan isu global yang terus memberikan tekanan, maka dari aspek politik, kita bisa memberikan bantalan kepada masyarakat bahwa Pemerintah terus memberikan perlindungan kepada mereka.
Perlindungan apa?
Melindungi dari gejolak sosial dan politik. Sebab, kenaikan harga BBM subsidi bisa memicu terjadinya hal-hal yang kurang baik dan dapat mengganggu stabilitas politik nasional.
Baca juga : Dokter Muda Maksimal Kerja 40 Jam Seminggu
Namun, bagaimana dengan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan diberlakukannya kebijakan ini?
Tekanan dari pemberian subsidi BBM ini masih bisa diserap oleh APBN kita. Sebab, mekanisme subsidi BBM sudah sejak awal dialokasikan belanjanya di APBN. Tentunya, hal itu memiliki konsekuensi bahwa Pemerintah harus menyediakan alokasi anggaran.
Alokasi anggarannya dari mana saja?
Dari pajak, penerimaan negara bukan pajak, penerimaan kepabeanan, dan penerimaan cukai. Tentunya, kami berharap dalam situasi geopolitik saat ini, penerimaan pajak kita harus bisa optimal sesuai target yang ada di APBN. Inilah yang harus dipastikan supaya langkah Pemerintah menjaga harga BBM subsidi tidak naik, dengan asumsi harga rata-rata minyak global maksimal 100 dolar Amerika Serikat per barel, bisa dimaksimalkan sampai akhir tahun. Sebab, komponen lainnya seperti elpiji akan mengalami tekanan dari produksi dalam negeri yang masih terbatas dan kita masih banyak melakukan impor.
Baca juga : Menekraf Kawal Padang Jadi Kota Kreatif Dunia
Lalu, apa dampak lainnya dari kebijakan ini?
Ada juga dari nilai tukar rupiah. Menurut saya, nilai tukar saat inilah yang harus dijaga. Jangan sampai range terlalu jauh dari target yang ada di APBN sebesar Rp 16.500. Kalau range ini terlalu besar antara asumsi di APBN dan realitas impor, inilah yang bisa memberikan tekanan terhadap harga. NNM
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Minggu, 10 Mei 2026 dengan judul "Harga BBM Subsidi Dijamin Tak Naik Sampai Akhir Tahun Mukhamad Misbakhun: Untuk Jaga MomentumPertumbuhan Ekonomi"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya