Dark/Light Mode

Rencana Jokowi Keliling Indonesia Mendapat Tanggapan Beragam

Hendri Satrio: Jokowi Mulai Panaskan Suhu Kompetisi 2029

Sabtu, 30 Mei 2026 07:15 WIB
Hendri Satrio, Founder Lembaga Survei KedaiKOPI.  Foto: IG PRIBADI
Hendri Satrio, Founder Lembaga Survei KedaiKOPI. Foto: IG PRIBADI

 Sebelumnya 
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo akan berkeliling daerah bersama Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Apa pandangan Anda?

Sebenarnya berkeliling daerah itu adalah hak setiap orang. Namun untuk seorang Jokowi, tentu kita melihatnya secara berbeda.

Apa yang berbeda?

Pertama, setelah selesai menjadi Presiden, beliau mengatakan akan kembali ke Solo sebagai warga biasa. Namun ternyata sekarang tidak. Beliau ingin berkeliling daerah. Karena itu, hal tersebut menjadi sesuatu yang tidak biasa.

Ketika Jokowi mengatakan akan berkeliling daerah, maka beliau sudah menghangatkan suhu kompetisi untuk 2029 nanti, yakni kompetisi Pemilu dan Pilpres 2029.

Apakah ada potensi Jokowi menjaga tawar-menawar nama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk Pilpres 2029?

Ya, itu salah satu bagian dari langkah tersebut. Untuk menjaga agar suara atau popularitas Gibran tetap tinggi karena dirinya. Bayangkan, seorang Gibran yang menjabat sebagai Wakil Presiden masih mengandalkan ayahnya yang merupakan mantan Presiden untuk menjaga popularitas. Itu seharusnya menjadi pukulan bagi Gibran.

Baca juga : Bestari Barus: Sangat Terang, Sekarang Posisi Jokowi Ada Di PSI

Sejauh mana pengaruh pergerakan Pak Jokowi dalam mendongkrak suara PSI?

Pada 2024, Jokowi belum sepenuhnya mendongkrak suara PSI.

Menurut Anda, apa penyebabnya?

Ada dua alasan. Pertama, Kaesang terlalu dominan sebagai Ketua Umum PSI. Kedua, Jokowi ingin memastikan Prabowo Subianto-Gibran menang terlebih dahulu.

Lalu, apakah sekarang suara PSI bisa terdongkrak oleh Jokowi?

Dengan kondisi Pemerintahan Prabowo saat ini, masyarakat akan kembali mengingat sosok Jokowi ketika menjabat sebagai Presiden.

Apa yang mudah diingat masyarakat?

Baca juga : Legislator Desak Pemda Tak Gegabah Tutup Ritel Modern

Ya, BLT (Bantuan Langsung Tunai), bantuan sosial di berbagai daerah.

Jadi, apakah bisa mendongkrak suara PSI? Nah, di situlah seninya politik di Indonesia. Sebetulnya masyarakat sudah memiliki pilihan partai politik jauh sebelum Pemilu berlangsung. Karena itu, yang disasar PSI kemungkinan hanya pemilih pemula.

Jadi, apakah bisa mendongkrak?

Mungkin bisa.

Apakah otomatis bisa unggul dari partai lain?

Mungkin akan kesulitan untuk menggantikan posisi delapan partai yang sudah lolos ke Senayan.

Lalu, apa yang perlu diantisipasi oleh partai lain terkait pergerakan Jokowi ini?

Baca juga : Lima Hari Dalam Seminggu, Hapus Paket Libur Sekolah

Sebenarnya Jokowi sudah membuka kompetisi dan secara tidak langsung menciptakan lawan politik bagi dirinya sendiri saat ini. Artinya, tidak mudah lagi bagi Jokowi untuk bergerak seperti biasa. Misalnya, beliau sangat mungkin kesulitan memanggil ketua umum partai lain.

Sebab, para ketua umum partai pasti akan ditanya oleh kadernya, mengapa bertemu dengan pengurus partai lain, dalam hal ini PSI.

Lalu, apa yang perlu diantisipasi?

Sebagai mantan Presiden, logistik Jokowi tentu masih kuat. Itu harus diantisipasi oleh partai lain. NNM

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Sabtu, 30 Mei 2026 dengan judul "Rencana Jokowi Keliling Indonesia Mendapat Tanggapan Beragam, Hendri Satrio: Jokowi Mulai Panaskan Suhu Kompetisi 2029"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.