Dark/Light Mode

Banyak Kepala Daerah Terjerat Korupsi, Kampanye Hukuman Mati Kembali Disuarakan

Yudi Purnomo: Hukuman Mati Jalan Singkat Perkecil Korupsi

Rabu, 8 Juli 2026 07:10 WIB
Yudi Purnomo, Mantan Penyidik KPK. Foto: IG PRIBADI
Yudi Purnomo, Mantan Penyidik KPK. Foto: IG PRIBADI

 Sebelumnya 
Apa tanggapan Anda terhadap usulan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk mengampanyekan hukuman mati setelah banyak kepala daerah terlibat korupsi?

Tidak ada jalan lain. Hukuman mati merupakan jalan singkat untuk memperkecil keinginan orang melakukan korupsi. Agar ada efek jera. Sebab, tidak ada kapok-kapoknya.

Anda melihat para pelaku korupsi tidak belajar dari kasus sebelumnya?

Justru pejabat lain seperti mengikuti jejak pejabat sebelumnya untuk korupsi. Paling banter mereka hanya tiarap sebentar, setelah itu melakukan korupsi lagi.

Secara aturan, bagaimana penerapan hukuman mati untuk koruptor, bukan hanya pada kasus korupsi dalam penanggulangan bencana?

Maka dari itu, perlu ada aturan hukuman mati bagi koruptor dalam peraturan perundang-undangan di Indonesia. Bukan seperti sebelumnya dalam Undang-Undang Tipikor Pasal 2 ayat (1), karena di situ ada syaratnya.

Baca juga : 110 Alumni Diminta Jadi Bagian Dari Solusi Bangsa

Bagaimana aturan terbarunya?

Nah, sementara di KUHAP baru sudah tidak ada lagi aturan itu.

Artinya, memang butuh perubahan aturan lagi kalau ingin menerapkan hukuman mati?

Iya. Harus ada pembahasan aturan baru. Harus ada kampanye untuk penerapan hukuman mati bagi koruptor lagi.

Anda setuju jika aturan ini diusulkan kembali?

Iya, bisa oleh DPR atau bisa juga Pemerintah yang mengusulkan pembahasan aturan ini.

Baca juga : RI Dorong Transparansi Royalti Global Dan Aturan AI

Anda yakin Pemerintah atau DPR mau mengusulkan pembahasan aturan hukuman mati bagi koruptor?

Ya, kami akan menyuarakan agar Pemerintah dan DPR mau membahasnya lagi.

Selain hukuman mati, apakah ada hukuman lain yang memberikan efek jera, seperti perampasan aset?

Ya, bisa juga dengan perampasan aset. Hukuman ini dapat memiskinkan para koruptor.

Seberapa efektif?

Koruptor takut pada dua hal: takut mati dan takut miskin.

Baca juga : Pasca Putusan MK 195/2026, Gerindra Belum Bahas RUU Pilkada

Lantas, apa saran Anda kepada Pemerintah maupun DPR terkait aturan hukuman mati?

Tentunya kami berharap agar penerapan hukuman mati bagi koruptor dapat direalisasikan. NNM

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Rabu, 8 Juli 2026 dengan judul "Banyak Kepala Daerah Terjerat Korupsi, Kampanye Hukuman Mati Kembali Disuarakan Yudi Purnomo: Hukuman Mati Jalan Singkat Perkecil Korupsi"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.