Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Sepakbola Korsel Sarang Nepotisme
- Susul Jannik Sinner, Zverev Kantongi Tiket ATP Finals
- War Ticket Upacara HUT Ke-81 RI di Istana Merdeka Diperpanjang 8-9 Agustus
- Borneo FC Makin Kompak, Juan Villa Beberkan Rahasia Persiapan Tim
- Antar Persebaya Juara Piala Presiden, Reza Arya Fokus Bidik Super League
Agar Produktivitas Tetap Terjaga, JK Sarankan Upah Buruh Disesuaikan Tingkat Inflasi
Mirah Sumirat: Tujuannya Daya Beli Pekerja Tidak Turun
Sabtu, 8 Agustus 2026 07:15 WIB
Sebelumnya
Apa tanggapan Anda mengenai saran Wakil Presiden ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla, agar upah buruh menyesuaikan tingkat inflasi?
Saya mengapresiasi pandangan Bapak Jusuf Kalla yang menegaskan bahwa penyesuaian upah harus memperhatikan tingkat inflasi agar daya beli pekerja tidak terus menurun. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa upah memiliki peran strategis dalam menjaga konsumsi rumah tangga, produktivitas pekerja, sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi nasional. Namun demikian, inflasi tidak boleh menjadi satu-satunya indikator dalam menentukan kenaikan upah minimum.
Seharusnya bagaimana?
Baca juga : Irma Suryani Chaniago: Aturan Upah Harus Lindungi Pekerja Dan Dukung Pengusaha
Inflasi hanya menggambarkan kenaikan harga barang dan jasa, sedangkan kebutuhan hidup pekerja jauh lebih kompleks. Penetapan upah juga harus mempertimbangkan Kebutuhan Hidup Layak (KHL), pertumbuhan ekonomi, produktivitas tenaga kerja, kemampuan sektor usaha secara sektoral, serta kondisi riil pasar kerja.
Apabila kenaikan upah hanya mengikuti inflasi, apa dampaknya?
Pekerja pada dasarnya hanya mempertahankan daya belinya, bukan meningkatkan kesejahteraannya. Padahal, tujuan kebijakan pengupahan sebagaimana diamanatkan dalam konstitusi adalah memberikan penghidupan yang layak bagi pekerja dan keluarganya. Oleh karena itu, kenaikan upah harus mampu meningkatkan kesejahteraan secara bertahap, bukan sekadar mengimbangi kenaikan harga.
Baca juga : Senayan Dukung Pemerintah Tambah Dana Alokasi Pemda
Kondisi ekonomi saat ini menjadi tantangan bagi dunia usaha. Apa tanggapan Anda?
Kami juga memahami bahwa dunia usaha saat ini menghadapi berbagai tekanan, mulai dari perlambatan ekonomi global, meningkatnya biaya logistik dan energi, hingga melemahnya permintaan ekspor. NNM
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Sabtu, 8 Agustus 2026 dengan judul "Agar Produktivitas Tetap Terjaga, JK Sarankan Upah Buruh Disesuaikan Tingkat Inflasi, Mirah Sumirat: Tujuannya Daya Beli Pekerja Tidak Turun"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya