Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pemanfaatan Robotika dan Kecerdasan Buatan bagi Penyandang Disabilitas
Selasa, 7 Mei 2024 12:12 WIB
Manusia merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang sempurna, namun ada beberapa yang memiliki keterbatasan. Keterbatasan tersebut apabila menghambat kegiatan ataupun interaksi sehari-hari dapat disebut sebagai disabilitas. Menurut KBBI, penyandang disabilitas diartikan sebagai orang yang memiliki keterbatasan fisik, intelektual, mental, dan/atau sensorik dalam jangka waktu yang lama sehingga mengalami hambatan dan kesulitan dalam berinteraksi dengan lingkungan dan menyebabkan keterbatasan dalam melaksanakan tugas atau kegiatan sehari-hari.
Penyandang disabilitas mempunyai posisi, hak, dan kewajiban yang sama, sudah seharusnya penyandang disabilitas mendapatkan perlakuan yang baik dan khusus karena mereka termasuk ke dalam kelompok yang rentan. Perlakuan khusus dibuat dan diberikan dalam upaya memberikan penghargaan, rasa saling melindungi, dan memperoleh hak yang telah menjadi haknya.
Penyandang disabilitas telah menghadapi berbagai tantangan dalam menjalani kehidupan sehari-hari, mulai dari aksesibilitas yang terbatas hingga keterbatasan mobilitas yang sering membatasi kemandirian mereka. Namun, era digital dan perkembangan teknologi telah membuka pintu bagi solusi inovatif yang dapat meningkatkan kualitas hidup mereka secara signifikan. Salah satu bidang teknologi yang telah menunjukkan potensi besar adalah robotika dan kecerdasan buatan (AI).
Seiring dengan perkembangan teknologi, kesadaran akan kebutuhan dan hak-hak penyandang disabilitas juga semakin meningkat. Ini mendorong para ilmuwan dan insinyur untuk mencari solusi yang lebih baik dan lebih inklusif. Berikut ini merupakan beberapa contoh pemanfaatan teknologi robotika dan kecerdasan buatan untuk membantu penyandang disabilitas.
Speech Recognition
Speech Recognition atau pengenalan ucapan merupakan suatu pengembangan teknik dan sistem yang memungkinkan komputer untuk menerima masukan berupa kata yang diucapkan. Speech Recognition ini merupakan salah satu contoh penerapan kecerdasan buatan pada komputer yang dapat membantu penyandang tunanetra agar dapat menjalankan komputer seperti layaknya manusia normal.
Asisten Pribadi Berbasis Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence)
Pemanfaatan kecerdasan buatan yang satu ini sudah sering kita temui di era sekarang, seperti penggunan Google Assistant, Siri, dan Amazon Alexa. Pengguna dapat mengakses informasi, mengontrol perangkat di rumah, serta melakukan tugas sehari-hari hanya dengan menggunakan suara. Perangkat ini tidak hanya digunakan oleh penyandang disabilitas, namun masyarakat luas dari berbagai kalangan juga banyak yang menggunakannya.
Eksoskeleton
Eksoskeleton merupakan perangkat robotika yang dipakai di luar tubuh untuk membantu dalam meningkatkan kekuatan dan mobilitas. Perangkat ini digunakan oleh penyandang disabilitas fisik yang diakibatkan oleh kelumpuhan atau memiliki otot yang lemah. Eksoskeleton ini membantu mereka untuk berdiri, berjalan, melakukan aktifitas sehari-hari dengan lebih mudah.
Prostesis Bertenaga Robotika
Prostesis merupakan perangkat yang menyerupai bentuk bagian tubuh manusia untuk menggantikan bagian tubuh tersebut. Secara klasik, prostetik dapat dikontrol dengan menggunakan saklar atau tombol. Dengan prostetik yang lebih canggih, perangkat ini dapat digerakkan dengan sistem saraf dan dikontrol melalui sinyal listrik dari saraf dan otot. Namun, prostetik canggih hanya dapat digunakan kepada penyandang disabilitas fisik yang disebabkan oleh amputasi. Hal ini karena diperlukan ingatan dari otak bagaimana cara menggerakan bagian organ tertentu.
Fiona Metta Jauhari
Mahasiswa Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan Universitas Airlangga
Mahasiswa Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan Universitas Airlangga
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya