Dark/Light Mode

Robotokia dalam Dunia Militer: Pasukan Robot Ambil Bagian dalam Medan Peperangan

Minggu, 12 Mei 2024 01:58 WIB
Ilustrasi pasukan robot (Gambar: Istimewa)
Ilustrasi pasukan robot (Gambar: Istimewa)

Teknologi telah ada di dunia ini sejak beberapa ribu tahun yang lalu. Misal saja bagaimana manusia zaman dahulu membuat senjata dari batu untuk berburu ataupun alat untuk pertahan diri, membuat baju dari kulit hewan, dan lain-lain. 

Namun, jika bicara tentang masa perkembangan teknologi modern, banyak ahli yang setuju bahwa revolusi industri adalah tonggak penting dalam sejarah teknologi modern, yang dimulai pada akhir abad ke-18 di Inggris. Mulai dari ditemukannya mesin bertenaga uap, kemudian beralih ke mesin dengan listrik sebagai sumber tenaga utama.

Pada awal abad ke-20 lahirlah teknologi komputer, dan beberapa tahun kemudian juga muncul internet sehingga banyak aaktivitas seperti mencari informasi hingga berdagang juga dilakukan dalam media internet. Dan kemudian teknologi terus berkembang hingga pada titik dimana manusia dan robot dalam segala bidang. Bidang militer juga tidak luput akan pemanfatan teknologi, salah satunya adalah teknologi robotik.

Jika bicara tentang robot, dikutip dari buitin.com, secara singkat robot adalah alat yang diprogram secara otomatis untuk melakukan tugas-tugas tertentu. Dalam konflik yang terjadi antar negara akhir-akhir ini, banyak sekali teknologi robotik yang digunakan.

Baca juga : Kapolri Dukung Mentan Wujudkan Swasembada Pangan

Beberapa contoh robot yang digunakan dalam bidang militer antara lain yaitu, MQ-9 Reaper. Merupakan drone atau pesawat nirawak buatan Amerika Serikat yang digunakan dalam beberapa misi seperti pengintaian, pengawasan, dan serangan udara.

Sumber: wikipedia.org/wiki/General_Atomics_MQ-9_Reaper

Salain itu ada juga Foster-Miller Talon, yang dibuat oleh perusahaan robot Amerika yang bernama QinetiQ-NA. Foster-Miller Talon merupakan robot militer kecil yang dirancang   dalam misi pengintaian hingga pertempuran. Robot ini merupakan sistem (Spesial Weapons Observation Reconnaissance Detection system) SWORD yang membuat tentara dapat menemban peluru laras pendek yang dapat di kendalikan dari jarak kurang lebih 1,200 meter.

Baca juga : Prabowo & Menlu China Gelar Pertemuan Tertutup Bahas Kerja Sama Pertahanan

Sumber: wikipedia.org/wiki/Foster-Miller_TALON

Selain untuk menyerang dan mengintai, robotik dalam dunia militer juga dapat digunakan untuk sitem pertahanan. Contohnya adalah Pantsir-M, merupakan artileri pertahanan udara milik Rusia yang dapat menembak secara otomatis rudal, drone, atau pesawat asing yang lewat tanpa izin. Dan juga, pertahanan udara ini dilengkapi sistem yang dapat mengidentifikasi teman ataupun lawan.

Baca juga : Iran Sebut Hanya Bidik Situs Militer Israel Dalam Serangan Terbatas

Sumber: navyrecognition.com

semakin majunya peradaban, tentunya teknologi pada sebuah bangsa akan semakin maju pula. Dan tentunya semua sektor dalam negeri itu akan terkena dampak dari perkembangan teknologi tersebut salah satunya dalam bidang militer.  Bersahabat atau berbahanya robot dan AI, tergantung pengguna serta tujuannya. Oleh sebab itu, kita harus bijak dalam memahami dan menggunakan teknologi yang ada.

riki nur holis
riki nur holis
Mahasiwa Universitas Airlangga

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.