Dark/Light Mode

Inovasi Robotik, Siswa SMA 1 Bogor Ciptakan Alat Deteksi Kebocoran Gas

Kamis, 28 Agustus 2025 21:16 WIB
Foto: Didi Rustandi/RM.
Foto: Didi Rustandi/RM.

RM.id  Rakyat Merdeka - Minat siswa SMA Negeri 1 Bogor terhadap dunia robotik kian berkembang. Dalam kegiatan ekstrakurikuler robotika, para pelajar tak hanya merakit mobil robot, tetapi juga mengembangkan teknologi bermanfaat, salah satunya alat deteksi kebocoran gas yang terkoneksi smartphone melalui jaringan WiFi.

Rahi Rahmani, siswa kelas XII sekaligus perakit alat ini menjelaskan, inovasi tersebut lahir dari kebutuhan praktis.

“Alat pendeteksi gas memang sudah banyak dijual. Bedanya, alat ini sudah bisa terhubung ke smartphone, sehingga pemantauan lebih cepat dan praktis,” katanya di Bogor, Kamis (28/8/2025).

Rahi bersama rekannya, Aufa Alif Al’Aris, merakit perangkat ini dengan memanfaatkan bahan-bahan sederhana. Miniatur rumah dibuat dari sisa material bangunan, sementara aplikasi pendukung diperoleh secara online.

Baca juga : BGN Investigasi Penyebab Keracunan Siswa SMPN 8 Kupang Setelah Santap MBG

“Biaya perakitan hanya sekitar Rp.200 ribu hingga Rp 300 ribu. Tantangan terbesarnya ada di tahap uji coba yang memakan waktu hingga empat minggu,” tambahnya.

Alat inovatif ini bekerja dalam dua tahap. Pertama, mendeteksi kebocoran gas melebihi ambang batas aman dan memberikan peringatan melalui manderbot. Kedua, manderbot mengirim notifikasi ke smartphone pengguna.

Lebih jauh, pengguna dapat langsung mengaktifkan kipas pembuang dari jarak jauh untuk mencegah potensi kebakaran. Meski masih berupa prototipe miniatur, Rahi berharap karyanya bisa diterapkan secara nyata di masyarakat.

“Karena kami masih sekolah, ada keterbatasan biaya. Tapi semoga nanti bisa dikembangkan lebih lanjut,” ujarnya.

Dukungan Sekolah dan Perkembangan Robotik

Baca juga : Polisi Ungkap Motif RK Tusuk Ojol Di Bogor, Ditangkap 2 Hari Usai Kejadian

Wakil Kepala SMAN 1 Bogor, Anwar Sanusi, menegaskan pihaknya terus mendukung perkembangan pembelajaran berbasis teknologi, khususnya melalui mata pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA).

“Kami sudah menyiapkan infrastruktur seperti ruang kedap suara dan tenaga pengajar yang menguasai teknologi,” jelasnya.

Meski demikian, ia mengakui masih ada tantangan dari sisi pemahaman orangtua.

“Banyak orangtua belum melihat pentingnya kelas KKA karena lebih fokus pada mapel yang mendukung jalur SNBP,” imbuhnya.

Baca juga : Inovasi, Cara Kilang Pertamina Internasional Jaga Keberlangsungan Bisnis

Guru pembimbing sekaligus pengajar informatika, Erwan Setiawan, menyebut minat siswa terhadap robotik meningkat sejak KKA diperkenalkan dua tahun lalu.

“Sejak saat itu, sudah ada sekitar 20 karya robotik yang dihasilkan siswa. Sebagian di antaranya bahkan berhasil meraih juara di tingkat Kota Bogor,” ungkapnya.

Erwan menambahkan, seluruh proyek robotik di sekolah ini dibiayai secara mandiri oleh siswa.

“Sekolah memang memfasilitasi, tapi pembiayaan perakitan sepenuhnya dari siswa. Semangat mereka sangat luar biasa,” tutupnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.