Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Salah satu permasalahan mendasar yang ada di Indonesia adalah belum sepenuhnya merata sarana pendidikan. Di beberapa wilayah tertentu, kebutuhan atas sarana pendidikan menjadi catatan merah yang memerlukan atensi khusus penyelesaiannya. Hal ini menjadikan kualitas sumber daya manusianya pun selalu timpang. Mereka yang tumbuh kembang di dekat pusat pemerintahan cenderung mendapatkan akses, sedang yang jauh di daerah, fasilitas pendidikan sangat mungkin begitu terbatas.
Menyadari masalah yang ada, berbagai upaya terus coba dilakukan. Kini, melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), program Revitalisasi Sekolah dihadirkan menjawab persoalan mendasar tersebut. Program ini membawa hawa segar di tengah ketimpangan akses pendidikan. Harapan akses pendidikan yang semakin luas menjangkau wilayah khususnya daerah 3t menjadi semakin mungkin untuk terwujud.
Program Revitalisasi Sekolah yang memiliki target 13.834 sekolah saat ini telah mencapai sekitar 11.179 sekolah. Dengan rincian sebaran rinci sebanyak 1.260 PAUD, 3.903 SD, 3.974 SMP, dan 2.042 SMA. Persentasenya yaitu sekolah negeri 75,8 persen dan sekolah swasta 24,2 persen (Kemendikdasmen.go.id). Target siginifikan ini tentu bukanlah semata-mata utopia, melainkan bentuk keseriusan dimana pemerintah ingin memastikan setiap generasi muda bangsa kita bisa memenuhi kebutuhan dasarnya di sarana pendidikan.
Beberapa Aspek Konsentrasi
Baca juga : Kemenekraf Dan Peruri Perkuat Ekonomi Kreatif Lewat Digitalisasi
Dalam Revitalisasi Sekolah, beberapa fokus pembangunan menjadi paduan yang tidak hanya berorientasi pada penyediaan akses pendidikan belaka, namun juga nilai kebermanfaatan yang menyertainya. Hal ini menjadi bukti bahwa garapan pembangunan yang dilakukan bukan hanya mengejar segi fisiknya saja, tapi juga keberlanjutan aktivitas yang lebih produktif
Seperti ruang kelas yang nyaman yang mudah kita pahami sebagai upaya menjadikan kegiatan belajar mengajar lebih teroptimalkan. Semakin jamak ruang kelas, semakin besar juga daya tampungnya. Semakin besar daya tampungnya, semakin besar juga potensi ruang kelas menelurkan banyak generasi yang kompeten dan mampu kompetitif.
Selain itu itu, ruang administrasi dan guru juga masuk dalam konsentrasi pembangunan di Revitalisasi Sekolah ini. Tentunya dengan ruang kerja yang semakin mendukung, setiap pendidik dan tenaga kependidikan akan terstimulasi untuk melangsungkan tugasnya dengan semakin baik dan maksimal. Ketika ruang pekerjaannya nyaman, dampak langsung yang muncul adalah mudahnya berkonsentrasi pada penyelesaian setiap pekerjaan yang diemban.
Ruang perpustakaan yang sering menjadi simbol luasnya ilmu pengentahuan juga menjadi objek perbaikan. Dengan perpustakaan yang mendukung tumbuh kembang siswa, guru dan sumber daya kependidikan lainnya. Perpustakaan yang memadai akan menjadi sarana inspirasi dan rekomendasi generasi muda guna mengenal dunia yang begitu luas dan penuh akan ilmu pengetahuan. Hal yang penting guna menjadikan sarana semacam perpustakaan menjadi pusat kebutuhan segala rekomendasi, selain dimulai dengan segi sarananya yang memadai, menginisiasinya dengan berbagai kegiatan menarik yang mampu menarik minat siswa tertarik ke perpustakaan menjadi begitu patut dijalankan
Baca juga : Akbar Djohan Dorong Transformasi Logistik dengan Efisiensi dan Digitalisasi
Perpustakaan memiliki peranan yang signifikan untuk mendukung gemar membaca dan meningkatkan literasi informasi. Perpustakaan merupakan upaya untuk memelihara dan meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses belajar-mengajar. Perpustakaan yang terorganisir secara baik dan sistematis, secara langsung atau pun tidak langsung dapat memberikan kemudahan bagi proses belajar mengajar di sekolah tempat perpustakaan tersebut berada (Fatmawati: 2020).
Merekontruksi Ekosistem Kehidupan
Selain itu, Revitalisasi Sekolah juga menjadi tumpuan dalam upaya rekonstruksi rekayasa sosial masyarakat. Kita tentu bisa menyepakati, bahwa pendidikan selalu menyediakan ekosistem dalam perbaikan karakter, etos kerja dan kematangan kompetensi setiap siswa, dan setiap siswa di dalamnya adalah generasi yang akan mengisi lanskap kehidupan negara dan bangsa di masa yang akan datang
Dari sini artinya, dengan menyiapkan tempat tumbuh kembang generasi muda yang baik dan memadai, sama dengan menyiapkan kehidupan yang akan datang diisi oleh mereka yang terdidik secara maksimal. Meskipun implementasinya belum tentu juga optimal dan tepat sasaran. Dengan pengarusutamaan prinsip tanggung jawab bersama tiap elemen pendidikan, celah penyelewengan program pendanaan kebijakan pendidikan menjadi hal yang sangat mungkin ditutup.
Baca juga : Menteri PKP Gandeng 3 Ribu Ekosistem, Sosialisasi KUR Perumahan Di Jawa Barat
Hal ini tentu perlu dilandaskan pada kesadaran yang penuh akan empati dan profesionalisme, menjadi hal yang menyayat hati tentunya, jika besaran anggaran yang bertujuan menjamin masa depan generasi Bangsa lewat pendidikan justru diselewengkan oleh keserakahan.
Dengan Revitalisasi Sekolah, peran pendidikan akan semakin mampu berpengaruh pada terciptanya ekosistem kehidupan yang positif. Pada periode selanjutnya, dengan ekosistem yang baik ini juga, transformasi masyarakat menjadi generasi yang penuh kesiapan dan kesigapan menghadapi pelbagai dinamika kehidupan. Sebagai sebuah proses panjang, transformasi ini tentu bukan hadir dengan sendirinya, melainkan harus dijemput dengan penuh akurasi. Revitalisasi Sekolah dapat dikatakan begitu akurat jika dalam penerapannya, terus berpegang teguh pada nilai kalkulatif nan transparan.
Kita tentu perlu terus mengawal, implementasi program yang ada mampu dilakukan dengan penuh tanggung jawab bersama. Jangan sampai program yang hanya sebatas agenda kebijakan yang sarat akan kontekstualisasinya. Dengan pemenuhan sarana pendidikan, daya akses masyarakat akan pendidikan yang bermutu pun semakin tinggi. Dengan demikian pula, afirmasi ekosistem kehidupan negara dan bangsa Indonesia yang semakin positif pun mampu kita raih. Ke depan, dengan penyelenggaraan pendidikan bermutu bagi semua, generasi muda bangsa Indonesia pun semakin mampu menjadi motor penggerak yang memajukan negara kita tercinta. Semoga
Muhamad Ikhwan A. A
Manajer Program Al Wasath Institute
Manajer Program Al Wasath Institute
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya