Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Wamen Fajar: Partisipasi Semesta Kunci Sukses Naikkan Gizi Anak dan Mutu Pendidikan
Jumat, 21 November 2025 17:21 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Upaya mewujudkan generasi Indonesia yang sehat dan cerdas menuntut partisipasi semesta, kolaborasi seluruh elemen bangsa tanpa terkecuali. Pesan itu ditegaskan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, saat menghadiri peluncuran modul gizi yang disusun untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG), di Jakarta, Jumat (21/11/2025).
Wamen Fajar menyampaikan, Kemendikdasmen di bawah kepemimpinan Menteri Abdul Mu'ti mendukung penuh program MBG, mengingat lebih dari 50 juta siswa Indonesia menjadi penerima manfaat langsung. Ia menegaskan komitmen penuh Kemendikdasmen untuk memastikan program ini berjalan optimal. “Kualitas nutrisi akan sangat mempengaruhi kualitas pembelajaran dan mutu pendidikan. Karena itu kami di Kemendikdasmen mengawal program MBG agar memberikan dampak maksimal pada tumbuh kembang anak kita di semua jenjang satuan pendidikan,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Wamen Fajar juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan, mulai dari Bappenas, Badan Gizi Nasional (BGN), Kementerian Kesehatan, UNICEF, hingga Kedutaan Besar Australia di Jakarta yang turut berkontribusi dalam penyusunan Modul Edukasi Gizi di Satuan Pendidikan dan Buku Pedoman Nasional Kantin Sehat di Satuan Pendidikan.
Baca juga : Halte Transjakarta yang Tak Layak Akan Dibongkar dan Diperbaiki
“Atas nama Kemendikdasmen, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada semua pihak atas peluncuran modul ini. Inilah makna partisipasi semesta dalam membangun masa depan anak-anak kita, sebagaimana arahan Pak Menteri Abdul Mu'ti sejak beliau dilantik Bapak Presiden Prabowo,” terangnya.
Lebih lanjut, Wamen Fajar menyoroti adanya paradoks kesehatan anak Indonesia. Di satu sisi masih terdapat banyak kasus stunting, sementara di saat bersamaan angka penyakit tidak menular seperti obesitas dan hipertensi pada anak meningkat.
Menurutnya, kondisi ini berpengaruh langsung pada konsentrasi dan fokus belajar siswa, dan karena itu ikut menggerus mutu pendidikan. Jika tidak ditangani, tantangan ini dapat menjadi beban besar bagi negara dan menghambat produktivitas generasi muda dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan, sehingga memperberat langkah menuju Indonesia Emas 2045.
Baca juga : Pertamina Patra Niaga Sumbagsel Pastikan Stok dan Distribusi BBM Bengkulu Aman
Untuk menjawab tantangan tersebut, Kemendikdasmen mendorong revitalisasi UKS agar mampu menghidupkan budaya hidup sehat di sekolah. Ia menyebut peran jajaran Ditjen PAUD Dikdasmen, melalui Direktorat SMP saat ini terus menggerakkan kembali semangat UKS untuk mewujudkan school wellbeing.
Wamen Fajar juga menekankan bahwa budaya hidup sehat di sekolah harus berjalan seiring dengan budaya sehat di keluarga. Ia juga menyoroti pentingnya mengurangi gaya hidup sedentari (malas bergerak), memperkuat peran guru BK dalam kesehatan mental, serta mengimplementasikan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang digagas oleh Mendikdasmen Abdul Mu'ti.
Para mitra pembangunan yang hadir turut memberikan pandangan yang memperkaya peluncuran modul ini. Plt. Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Bappenas Pungkas Bahjuri Ali menyoroti pola makan anak Indonesia yang masih tinggi gula dan garam serta rendah konsumsi sayur dan buah. Dengan MBG, ia yakin anak-anak akan mendapatkan nutrisi seimbang. Kemudian, Wakil Kepala BGN Sonny Sanjaya menyampaikan bahwa setelah program MBG berjalan, anak-anak terlihat makin ceria dan menunjukan "Smiling Indonesia".
Baca juga : Mendikdasmen Ajak Kolaborasi Bangun Kerukunan dan Budaya Berbasis Pendidikan
Sementara, Direktur UNICEF Indonesia Maniza Zaman menekankan bahwa nutrisi adalah fondasi tumbuh kembang anak dan mengapresiasi modul ini sebagai bagian dari penguatan literasi nutrisi di sekolah. Minister-Counsellor (Ekonomi, Infrastruktur dan Investasi) Kedutaan Besar Australia, Tim Stapleton menyampaikan dukungan terhadap upaya Indonesia dalam meningkatkan gizi dan pendidikan anak, hal itu sejalan dengan komitmen pemerintah Australia dalam mendukung pembangunan di Indonesia.
Mengakhiri sambutannya, Wamen Fajar menyampaikan keyakinan bahwa kolaborasi lintas sektor, lintas negara yang terbangun ini akan membawa lompatan besar bagi pendidikan Indonesia. “Pertumbuhan otak anak harus didukung asupan nutrisi yang baik. Semua pihak hari ini memiliki peran masing-masing. Jika kerja bersama seperti ini terus kita jaga, saya yakin Indonesia dapat mencapai prestasi besar, dan Generasi Emas 2045 dapat tercapai,” tutupnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya