Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Transportasi Hijau Bukan Sekadar Opsi, Melainkan Keharusan
Sabtu, 29 November 2025 21:08 WIB
Sebelumnya
Kendaraan Listrik dan Dampaknya: Inovasi Mobilitas Masa Depan
Kendaraan listrik dan otonom menawarkan peluang besar untuk mewujudkan mobilitas berkelanjutan. Studi di Singapura menunjukkan bahwa Autonomous Mobility on Demand (AMoD) dapat meningkatkan aksesibilitas mobilitas bagi masyarakat berpendapatan rendah sekaligus meningkatkan efisiensi jaringan transportasi.
Sementara itu, kendaraan listrik sangat ideal untuk perjalanan jarak pendek di wilayah urban karena cepat, efisien, dan minim emisi. Di kota-kota besar dengan kemacetan tinggi, moda ini menjadi alternatif mobilitas yang ramah lingkungan.
Baca juga : Patra Jasa Siapkan Layanan Optimal Jelang Libur Nataru
Peran Infrastruktur dan Kebijakan dalam Mewujudkan Transportasi Rendah Emisi. Teknologi ramah lingkungan hanya akan efektif jika didukung oleh kebijakan dan infrastruktur yang memadai.
Pemerintah telah menerbitkan Perpres 55/2019 dan Perpres 73/2023 untuk mempercepat penggunaan kendaraan listrik. Pada 2025, diterbitkan pula Kepmen ESDM 24.K/2025 yang mengatur rencana pengembangan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
Untuk mempercepat transformasi layanan transportasi berbasis permintaan yang ramah lingkungan, langkah penting meliputi: penyediaan infrastruktur pengisian daya yang merata, integrasi antarmoda dengan transportasi publik, pemberian insentif bagi pengguna kendaraan listrik, penyesuaian regulasi untuk mendukung armada rendah emisi.
Baca juga : PSIM Bersiap Hadapi Macan Kemayoran Di SUGBK
Selanjutnya, koordinasi lintas sektor antara pemerintah, penyedia layanan aplikasi, penyedia energi, dan masyarakat menjadi penentu keberhasilan transformasi ini.
Kesimpulan: Menuju Transportasi Berbasis Permintaan yang Lebih Bersih
Layanan transportasi berbasis permintaan memiliki potensi besar untuk mendukung mobilitas berkelanjutan apabila diiringi penerapan teknologi ramah lingkungan.
Baca juga : Tamsil Linrung Ingatkan Mandat Pembangunan Berkeadilan
Melalui digitalisasi, elektrifikasi, teknologi otonom, serta kebijakan pendukung yang kuat, Indonesia dapat membangun ekosistem transportasi masa depan yang efisien, nyaman, rendah emisi, dan berorientasi pada keberlanjutan.
Dengan meningkatnya penggunaan layanan transportasi berbasis permintaan di kota-kota besar, langkah menuju transportasi hijau bukan lagi sebuah opsi melainkan sebuah keharusan demi masa depan lingkungan yang lebih baik bagi generasi mendatang.
Penulis adalah Dosen Politeknik Transportasi Darat Indonesia-STTD Dr. Ir. Novita Sari.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya