Dark/Light Mode

Prof. Nadi Suprapto, Pelopor Etnofisika yang Mendunia

Kamis, 30 April 2026 10:23 WIB
Foto: Ist.
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Perkembangan etnofisika menjadi tonggak baru dalam pendidikan dan riset sains di Indonesia. Bidang ini mengintegrasikan praktik budaya lokal dengan prinsip-prinsip fisika modern, membuka cara pandang baru dalam memahami ilmu pengetahuan berbasis tradisi.

Prof. Nadi Suprapto dikenal sebagai inisiator sekaligus ilmuwan yang berperan besar dalam mengembangkan etnofisika hingga dikenal di tingkat internasional.

Salah satu riset ikoniknya mengkaji tradisi Karapan Sapi di Madura, yang berhasil mengungkap berbagai prinsip fisika dalam praktik budaya tersebut.

Melalui analisis mekanika, ia menjelaskan distribusi massa dan pusat gravitasi pada luku (kerangka kayu), serta teknik aerodinamika yang digunakan joki.

Temuan ini menunjukkan bahwa praktik budaya lokal mengandung prinsip fisika tingkat tinggi yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Baca juga : Borneo FC Bidik Puncak, Persik Siap Hadang di Kediri

Atas kontribusinya, Prof. Nadi meraih berbagai penghargaan bergengsi. Ia masuk dalam daftar World’s Top 2 persen Scientist versi Stanford University dan Elsevier, yang menempatkannya sebagai salah satu ilmuwan paling berpengaruh di dunia berdasarkan dampak sitasi ilmiah.

Di tingkat nasional, ia dianugerahi Academic Leader 2024 dari Kemdiktisaintek dan meraih peringkat pertama Dosen Berprestasi Nasional 2023 dari Kemdikbudristek.

Produktivitas ilmiahnya juga diakui melalui SINTA Awards 2024. Di kancah internasional, Prof. Nadi menerima Phi Tau Phi Scholastic Award dari Taiwan pada 2017 sebagai lulusan doktor terbaik di National Dong Hwa University.

Ia juga meraih Young Scholar Award dari East Asia Science Education Association (EASE) pada 2016 di Tokyo University of Science, Jepang, serta berbagai penghargaan Best Paper di forum ilmiah internasional.

Dalam pengembangan keilmuan, Prof. Nadi tidak hanya berfokus pada satu objek kajian. Ia mengembangkan etnofisika dalam berbagai aspek budaya.

Baca juga : Tragedi KA di Bekasi Timur, 7 Penumpang Meninggal Dunia

Mulai dari akustika alat musik tradisional seperti gamelan, mekanika permainan rakyat seperti gasing dan egrang, hingga analisis fisika dalam tarian, rumah adat, sistem pertanian, dan kerajinan daerah.

Pendekatan ini juga mencakup kajian termodinamika dalam proses memasak tradisional, biomekanika dalam gerak tari, serta prinsip mekanika fluida dalam sistem irigasi tradisional.

Dengan pendekatan tersebut, hampir seluruh aspek budaya lokal dapat dijelaskan melalui prinsip-prinsip fisika yang ilmiah.

Menurut Prof. Nadi, etnofisika bukan sekadar pendekatan akademik, tetapi juga bagian dari upaya membangun jati diri bangsa.

“Kita harus menunjukkan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang saintifik sejak dahulu kala,” ujarnya, Kamis (30/4/2026).

Baca juga : Narasi yang Mengaburkan

Kini, gagasan etnofisika yang dikembangkannya telah menempatkan Indonesia sebagai salah satu pusat studi etnosains yang diperhitungkan di dunia.

Gerakan ini juga menginspirasi banyak peneliti muda untuk menggali dan mengembangkan kekayaan intelektual berbasis budaya lokal.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.