Dark/Light Mode

Minat WHV Australia Meningkat, Persiapan IELTS Jadi Kunci Sukses

Jumat, 17 Juli 2026 12:59 WIB
Foto: Ist.
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Minat masyarakat Indonesia terhadap program Working Holiday Visa (WHV) Australia terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Di tengah persaingan yang semakin ketat dan kuota yang terbatas, persiapan dokumen sejak dini, terutama kemampuan bahasa Inggris melalui tes IELTS, menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan peluang lolos seleksi.

Berdasarkan data GoodStats, jumlah warga Indonesia yang memperoleh Working Holiday Visa (Subclass 462) Australia menunjukkan tren peningkatan sepanjang 2022–2025.

Kondisi ini mencerminkan tingginya minat generasi muda untuk memperoleh pengalaman kerja sekaligus mengenal budaya di Australia. Dengan kuota tahunan yang terbatas, program ini dikenal sangat kompetitif.

Setiap kali pendaftaran dibuka, ribuan pelamar bersaing memperebutkan slot yang kerap habis dalam hitungan menit hingga jam. Karena itu, calon peserta perlu mempersiapkan seluruh persyaratan jauh sebelum masa pendaftaran dimulai.

Beberapa dokumen yang harus disiapkan antara lain paspor yang masih berlaku, bukti dana minimal AUD 5.000, dokumen pendidikan berupa ijazah atau transkrip akademik, Surat Dukungan untuk Work and Holiday Visa (SDUWHV), serta hasil tes kemampuan bahasa Inggris, seperti IELTS.

Baca juga : Financial Anxiety Dorong Lipstick Effect, Literasi Keuangan Jadi Kunci

Persiapan untuk memperoleh skor IELTS yang dipersyaratkan juga membutuhkan waktu. Tidak sedikit peserta yang memerlukan perencanaan matang bahkan lebih dari satu kali tes untuk mencapai skor yang diinginkan.

Oleh karena itu, persiapan yang terstruktur dinilai penting untuk meningkatkan peluang memperoleh visa. Kemampuan bahasa Inggris tidak hanya menjadi syarat administrasi pengajuan visa, tetapi juga menjadi bekal penting selama tinggal dan bekerja di Australia.

Penguasaan bahasa yang baik akan memudahkan komunikasi di lingkungan kerja maupun dalam aktivitas sehari-hari, seperti mencari tempat tinggal, menggunakan transportasi umum, mengelola keuangan, hingga membangun relasi sosial.

Untuk mendukung persiapan peserta, British Council Indonesia menyediakan berbagai materi pembelajaran dan fasilitas persiapan IELTS.

Salah satunya adalah IELTS Ready Premium, platform persiapan gratis bagi peserta British Council IELTS dengan nilai manfaat sekitar Rp 2,8 juta yang dapat diakses setelah melakukan pendaftaran dan pembayaran tes.

Platform ini menyediakan materi resmi yang dikembangkan British Council sebagai salah satu pemilik IELTS. Seluruh latihan dan mock test disusun oleh para ahli bahasa Inggris sesuai standar IELTS, sehingga peserta dapat belajar lebih terarah.

Baca juga : Patrick Berg Bersinar Jadi Kunci Sukses Norwegia

Platform tersebut juga dilengkapi fitur AI-powered feedback untuk kemampuan Speaking dan Writing guna membantu peserta memantau perkembangan serta meningkatkan peluang mencapai skor yang ditargetkan.

Selain itu, British Council menyediakan fitur One Skill Retake, yang memungkinkan peserta mengulang satu bagian tes tanpa harus mengulang keseluruhan ujian.

Fitur ini memberikan fleksibilitas bagi peserta yang ingin meningkatkan skor pada kemampuan tertentu.

Keunggulan lainnya adalah waktu pengumuman hasil tes yang relatif cepat, yakni sekitar satu hingga dua hari, sehingga membantu peserta merencanakan proses pengajuan visa secara lebih efisien.

Head of Sales and Account Management British Council Indonesia Arnold Simanjuntak mengatakan, program Working Holiday Visa terus membuka peluang lebih luas bagi generasi muda Indonesia.

Menurutnya, meningkatnya diaspora Indonesia di Australia mencerminkan semakin tingginya mobilitas masyarakat serta eratnya hubungan ekonomi kedua negara.

Baca juga : Metode PM AAS Tingkatkan Produksi Padi Di Kabupaten Sukabumi

"Seiring dengan meningkatnya minat terhadap program Working Holiday Visa (WHV), kemampuan bahasa Inggris yang baik menjadi semakin penting bagi para pelamar untuk memaksimalkan peluang yang tersedia," ujar Arnold dalam keterangannya, Jumat (17/7/2026).

Ia berharap, materi persiapan IELTS dan berbagai sumber belajar resmi dari British Council dapat membantu calon peserta meningkatkan kemampuan bahasa Inggris sekaligus meraih skor yang dibutuhkan untuk mendukung studi, karier, maupun mobilitas internasional.

Sementara itu, penerima Working Holiday Visa yang mengikuti IELTS melalui British Council, Jennifer Amanda, mengaku pengalaman tersebut mengubah cara pandangnya.

Menurutnya, WHV bukan sekadar kesempatan bekerja di luar negeri, tetapi juga menjadi pengalaman berharga untuk berkembang dan memperoleh perspektif baru.

"Mempersiapkan diri dengan materi resmi IELTS dari British Council sangat membantu saya selama proses persiapan," ujar Jennifer.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.