Dewan Pers

Dark/Light Mode

BPIP Dukung Perpustakaan Merah Putih Di Lapas Bengkulu

Jumat, 19 Nopember 2021 09:37 WIB
Direktur Sosialisasi, Komunikasi, dan Jaringan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) M. Akbar Hadiprabowo berkunjung ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkulu, Kamis (18/11). (Foto: ist)
Direktur Sosialisasi, Komunikasi, dan Jaringan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) M. Akbar Hadiprabowo berkunjung ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkulu, Kamis (18/11). (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Budaya literasi diyakini ampuh menumbuhkan kecintaan terhadap Tanah Air sekaligus aktualisasi Pancasila. Salah satu caranya adalah rajin membaca dan menulis.

Hal ini disampaikan Direktur Sosialisasi, Komunikasi, dan Jaringan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) M. Akbar Hadiprabowo saat berkunjung ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkulu, Kamis (18/11). 

"Literasi mendorong Warga Binaan (WB/napi) bertransformasi menjadi manusia baru. Lebih kreatif, inovatif, dan bermanfaat bagi diri sendiri serta keluarganya," ujar Akbar. 

Berita Terkait : BPIP Lebarkan Sayap JPM Di Bengkulu

Mantan jubir Ditjen PAS dan Karutan Rangkasbitung ini lantas mencontohkan Bung Karno yang menjadikan penjara sebagai tempat transformasi diri. "Soekarno dipaksa masuk Lapas Banceuy dan Lapas Sukamiskin, lalu diasingkan salah satunya ke Bengkulu. Tapi beliau ikhlas. Malah makin rajin beribadah, membaca buku, mempelajari Islam dan Alquran," beber Akbar. 

Disampaikan, BPIP telah menggiatkan program Perpustakaan dan Klinik Pancasila di berbagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan Kemenkumham di Tanah Air. Akbar yakin literasi dan perpustakaan akan mendorong lebih banyak WB yang Pancasilais karena memiliki kemampuan berintegrasi sosial yang semakin baik.

Diketahui, Lapas Bengkulu telah memiliki Perpustakaan Merah Putih. Hasil kerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bengkulu. Akbar, ditemani jajaran Lapas serta perwakilan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, melihat langsung Perpustakaan Merah Putih itu. Lokasinya di dalam Lapas. Tampak asri, dekat lapangan olahraga. Beberapa WB juga tampak asyik membaca buku-buku. 

Berita Terkait : LIT Dukung Penerapan LCS Indonesia-China

"Sarana ini kelak membuat WB mandiri. Membaca buku berbagai keterampilan sebagai bekal saat masa hukuman selesai," ungkap Kalapas Bengkulu Ade Kusmanto. 

Selain Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bengkulu, Lapas Bengkulu juga tengah menjajaki kerja sama dengan Perpustakaan Nasional. Untuk menambah koleksi buku dan program terkait lainnya. "Kami memprioritaskan buku motivasi, psikologi, ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan. Bukunya boleh dipinjam, dibaca di dalam (sel)," tutur Ade. 

Ada banyak buku tersedia mulai buku inspirasi, perjuangan, tokoh bangsa, dan novel. "Kami memastikan tidak ada buku-buku ideologi menyimpang," tutup Ade. [BCG]