Dark/Light Mode

Data Tenaga Kerja AS Turun, Rupiah Amblas

Kamis, 25 November 2021 10:11 WIB
Dolar dan rupiah. (Foto: ist)
Dolar dan rupiah. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pagi ini, nilai tukar rupiah dibuka melemah 0,02 persen ke level Rp 14.268 per dolar AS dibandingkan perdagangan kemarin di level Rp 14.265 per dolar AS.

Mata uang Asia lainnya pagi ini bergerak variasi terhadap dolar AS. Peso Filipina minus 0,32 persen, ringgit Malaysia minus 0,14 persen, dolar Singapura melemah 0,01 persen, dan won Korea Selatan turun 0,3 persen. Namun dolar Hong Kong menguat 0,02 persen, yen Jepang naik 0,04 persen, baht Thailand naik 0,26 persen.

Berita Terkait : Akhir Pekan Terakhir, GIIAS Tutup Lebih Lama

Indeks dolar AS terhadap mata uang saingannya melemah 0,09 persen ke level 96,785. Sementara nilai tukar rupiah terhadap euro melemah 0,31 persen ke level Rp 15.975, terhadap poundsterling Inggris juga melemah 0,32 persen ke level Rp 19.016, dan terhadap dolar Australia minus 0,35 persen ke level Rp 10.264.

Analis Pasar Uang Ariston Tjendra memproyeksi,nilai tukar rupiah berpeluang melemah hari ini. Hal tersebut lantaran data tenaga kerja AS dan klaim tunjangan pengangguran mingguan AS menunjukkan klaim terendah sejak 1969.

Berita Terkait : Ini Tantangan Pekerja Di Era Revolusi Industri 4.0

Selain itu, menurut Ariston, data price consumption expenditure (PCE) menunjukkan kenaikan inflasi pada Oktober 2021. Seluruh data ini akan membuat The Fed mempercepat percepatan pengetatan moneter di AS.

"Data-data ini mendukung percepatan pengetatan moneter di AS yang bisa mendorong penguatan dolar AS," katanya di Jakarta, Kamis (25/11).

Berita Terkait : Dolar Terkapar, Rupiah Melesat

Sepanjang hari ini, nilai tukar rupiah diproyeksi bergerak dalam rentang Rp14.220 per dolar AS hingga Rp14.300 per dolar AS. [DWI]