Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Kurang Menarik Di Mata Konsumen
Kendaraan Listrik Butuh Insentif Pajak
Minggu, 5 Desember 2021 06:40 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pengembangan kendaraan listrik di dalam negeri masih membutuhkan banyak dukungan kebijakan dan insentif. Di antaranya, pembenahan diskon pajak dan standarisasi infrastruktur penunjangnya.
Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril mengatakan, standardisasi tersebut penting agar dapat mengakselerasi konversi mobil konvensional ke mobil listrik. Sekaligus untuk dijadikan acuan bagi produsen dalam negeri.
“Seperti (standarisasi) pada baterai, atau colokan listrik (alat pengisi daya/charger). Tiap negara memiliki bentuk yang berbeda-beda, tetapi waktu masuk Indonesia, bentuknya (harus) hanya satu saja,” ungkap Saril, melalui siaran pers, Jumat (26/11).
Baca juga : Menag Terbitkan Surat Edaran Perayaan Natal 2021, Berikut Ketentuannya
Selain itu, menurut Saril, idealnya aggregator harus mampu memberikan efektivitas dan efisiensi untuk kendaraan listrik.
Saat ini, PLN sudah mengembangkan platform Charge. IN yang terintegrasi dengan superapps PLN Mobile. Fungsinya, untuk memberikan kemudahan pengguna kendaraan listrik dalam memonitor lokasi SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) yang aktif. Artinya, Platform Charge.In ini siap menjadi platform aggregator untuk ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.
Selain standarisasi, lanjut Saril, mendorong Low Cost Green Car (LCGC) diperuntukan untuk mobil listrik.
Baca juga : Bamsoet Cek Kesiapan Kertajati Jadi Bandara Pusat Logistik Indonesia
Dia menuturkan, saat ini varian mobil listrik telah banyak diluncurkan. Sayangnya, harga mobil listrik dengan spesifikasi setara dengan LCGC masih terbilang mahal.
“Saya kira, program LCGC ke depan akan lebih tepat untuk mobil listrik. Terlebih, Indonesia sudah mampu memproduksi baterai mobil di dalam negeri,” ujarnya, melalui siaran pers, Minggu (21/11).
Ia meyakini, seiring perkembangan teknologi, ke depan mobil listrik akan semakin murah. Apalagi, produsen otomotif China juga sudah memproduksi mobil listrik murah di kisaran harga Rp 60 juta.
Baca juga : Peningktan Literasi Tidak Boleh Setengah Hati
Sementara itu, Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini berharap, Pemerintah bisa membuat kebijakan yang lebih menarik bagi masyarakat, untuk membeli mobil listrik dibandingkan dengan mobil konvensional.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya