Dewan Pers

Dark/Light Mode

Bamsoet Cek Kesiapan Kertajati Jadi Bandara Pusat Logistik Indonesia

Kamis, 2 Desember 2021 19:16 WIB
Ketua MPR Bambang Soesatyo (kedua kiri) saat kunjungan kerja dan bertemu manajemen Bandara Kertajati, di Kantor Manajemen, Majalengka, Kamis (2/12). (Foto: Dok. MPR)
Ketua MPR Bambang Soesatyo (kedua kiri) saat kunjungan kerja dan bertemu manajemen Bandara Kertajati, di Kantor Manajemen, Majalengka, Kamis (2/12). (Foto: Dok. MPR)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua MPR Bambang Soesatyo mengecek kesiapan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB)/Kertajati di Kabupaten Majalengka menerima pengalihan kargo dari Bandara Internasional Halim Perdanakusuma, Jakarta. Tidak hanya itu, dirinya juga mendukung pengembangan Bandara Kertajati menjadi bandara hhusus haji, umrah dan pusat logistik Indonesia serta pusat pemeliharaan pesawat (MRO) dan Freighter Center Hub/Cargo Village. Terlebih manajemen bandara telah menyiapkan lahan seluas 68,4 hektar, dengan nilai investasi mencapai Rp 1,3 triliun.

"Kapasitas kargo BIJB bisa mencapai 500.000 ton per tahun. Berbagai fasilitas juga telah disiapkan, seperti office area, regulated agent, container parking area, gas station, domestic cargo, hingga international cargo," ujar Bamsoet, sapaan akrab Bambang, saat kunjungan kerja dan bertemu manajemen Bandara Kertajati, di Kantor Manajemen, Majalengka, Kamis (2/12).

Berita Terkait : Tok! Anak Usaha PT PPI Ganti Nama Jadi PT BGR Logistik Indonesia

Turut hadir antara lain Direktur BIJB Muhammad Singgih, Dirjen Perhubungan Udara Novie Riyanto, Direktur Utama Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin dan Kepala Biro BUMD & Investasi Pemprov Jawa Barat Irfan Hadisiswanto. Hadir pula jajaran Asia Cargo Airlines, antara lain Group CEO Marco Isaak, Chief Operating Officer Fuad Bafana, serta Director of Air Operations Capt. Atiq M Amin.

Ketua DPR ke-20 ini menjelaskan, lokasi BIJB sangat strategis karena dikeliling berbagai kawasan industri. Seperti Cipali West Subang seluas 10,408 hektar; Cipali East Subang seluas 4,806 hektar; Cipali Indramayu seluas 2,875 hektar; Butom seluas 4,092 hektar; Kertajati seluas 1,415 hektar; hingga Patimban seluas 542 hektar. Akses transportasi BIJB juga didukung dua infrastruktur besar di Jawa Barat. Di antaranya Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat. Serta akses Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan atau Cisumdawu yang terhubung ke Kota Bandung.

Berita Terkait : Bentuk Satgas Nataru, Pertamina Pastikan Distribusi BBM Aman

"Tidak heran jika banyak perusahaan kargo, baik nasional maupun internasional, tertarik menjadikan BIJB sebagai terminal logistik mereka. Seperti yang direncanakan Asia Cargo Airlines, perusahaan kargo nasional yang menjadi bagian dari Asia Cargo Network Group yang berbasis di tiga negara, Malaysia, Indonesia, dan Singapura. Niat baik dari berbagai perusahaan kargo tersebut harus segera direspons Pemprov Jawa Barat dan Kementerian Perhubungan," jelas Bamsoet.

Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Keamanan dan Pertahanan Kadin Indonesia ini memaparkan, pada 2020, di 15 bandara PT Angkasa Pura II mampu melayani lalu lintas kargo udara mencapai 436.049 ton. Pada kuartal I-2021, Angkasa Pura II sudah melayani lalu lintas 105.411 ton kargo udara. Diprediksi, pada akhir tahun 2021 jumlahnya mencapai 445.049 ton. Apalagi di tengah suasana pandemi Covid-19, kecenderungan orang berbelanja melalui e-Commerce semakin meningkat. Sehingga meningkatkan peluang bisnis kargo.

Berita Terkait : Demi Keselamatan Kita, Jangan Bosan Pake Masker Ya Gaes

"Dengan mengoperasikan BIJB sebagai pusat logistik nasional, UMKM Indonesia juga bisa lebih mudah mengekspor hasil produksinya. Karena adanya kecepatan dan kemudahan dalam proses ekspor dan perizinan. Di sisi lain, juga bisa menghidupkan aktifitas di BIJB agar tak sepi atau bahkan seperti mati suri seperti sekarang ini," pungkas Bamsoet. [USU]