Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kurang Menarik Di Mata Konsumen
Kendaraan Listrik Butuh Insentif Pajak
Minggu, 5 Desember 2021 06:40 WIB
Sebelumnya
“Kami berterima kasih pajak PPnBM (Pajak Penjualan Atas Barang Mewah) mobil listrik sudah dihapus (nol persen). Tetapi ada dua pajak lain, PPN dan PPH yang dinikmati mobil fosil yang saat ini belum dimiliki mobil listrik,” katanya, melalui siaran pers, Minggu (21/11).
Bagi PLN, kata mantan bos Bank Mandiri itu, transisi sektor otomotif ke energi listrik bukan hanya meningkatkan demand listrik, tetapi emisi mobil listrik lebih rendah dan bahan bakarnya tidak impor.
“Dua hal itu yang akan sangat mendukung pertumbuhan ekonomi kita ke depan,” tegasnya.
Baca juga : Menag Terbitkan Surat Edaran Perayaan Natal 2021, Berikut Ketentuannya
Selain itu, dengan menggunakan mobil listrik, Pemerintah bisa mengurangi beban Current Account Deficit (CAD) atau defisit transaksi berjalan yang terus tergerus dengan impor minyak mentah. Terlebih, PLN saat ini memiliki cadangan daya atau reserve margin mencapai 35 persen.
Menanggapi ini, Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira menilai, semangat Pemerintah membuat ekosistem mobil listrik yang terjangkau bagi konsumen, memang harus dibarengi dengan penurunan pajak.
Ia melihat, saat ini segmen mobil listrik masih didominasi oleh peminat dari kalangan atas yang biasa membeli Porsche dan Ferari. Sementara yang uangnya pas-pasan cenderung membeli mobil berbahan bakar yang kurang ramah lingkungan.
Baca juga : Bamsoet Cek Kesiapan Kertajati Jadi Bandara Pusat Logistik Indonesia
“Kita bisa lihat, PPN, PPH juga pajak kendaraan bermotor di daerah bisa dikurangi hingga nol persen. Artinya, insentif perpajakan sangat penting agar harga mobil listrik bisa terjangkau masyarakat luas,” ungkapnya kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Karena itu, menurut Bhima, dibandingkan melanjutkan keringanan PPnBM nol persen untuk kendaraan berbahan bakar minyak, maka akan lebih baik jika diarahkan semua insentifnya ke mobil listrik.
“Memang di awal ada penerimaan pajak yang dikorbankan dengan pemberian insentif untuk mobil listrik. Tapi itu tidak masalah karena dampak positif ke depannya lebih besar,” katanya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya