Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Ditopang Proyek Infrastruktur Dan Properti
Industri Semen Diramal Makin Moncer
Senin, 10 Juni 2019 13:32 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kinerja industri semen tahun ini diramal lebih mencer dibandingkan tahun lalu. Hal ini ditopang oleh gencarnya proyek infrastruktur dan pembangunan properti.
“Setelah pemilu, aktivitas industri manufaktur diharapkan akan kembali berjalan normal,” kata Direktur Industri Semen, Keramik, dan Pengolahan Bahan Galian Nonlogam, Direktorat Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) Kementerian Perindustrian Adie Rochmanto P. di Jakarta, Senin (10/6).
Adie optimis, pertumbuhan sektor IKFT yang mencakup industri semen, akan menyentuh di angka 4,3 persen sepanjang tahun ini. Target tersebut melonjak dari capaian pada kuartal I-2019 sebesar 3,6 persen.
Baca juga : Basuki: Kesiapan Infrastruktur Mudik Tahun Ini Lebih Baik
“Dalam jangka panjang, industri semen akan tetap tumbuh signifikan. Hal ini seiring gencarnya proyek infrastruktur dan pembangunan properti,” ujarnya.
Bahkan, utilisasi industri semen tahun ini bakal lebih baik dari tahun lalu atau di atas 75 persen. Utilisasi ini memperhitungkan pasar domestik dan ekspor yang terus berkembang.
“Kami berharap membaiknya ekonomi kita pascapemilu ini setidak-tidaknya memberikan leverage bagi utilisasi kapasitas kita sekarang,” imbuhnya.
Baca juga : Pertamina Pastikan Sarfas Idul Fitri di Terminal Tasikmalaya Aman
Guna mendongkrak penjualan semen tahun ini, salah satu alternatif bagi industri adalah ekspor. Kemenperin menargetkan, ekspor semen dan klinker bisa mencapai 7 juta ton pada 2019, naik 24 persen dibandingkan 2018 sebanyak 5,64 juta ton.
Sebelumnya, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menegaskan, terus mendorong peningkatan konsumsi semen di pasar domestik melalui beberapa peluang proyek yang sedang berjalan, terutama yang dicanangkan oleh pemerintah. Misalnya, program pembangunan sektor infrastruktur, properti, dan manufaktur.
Langkah lainnya, Kemenperin mengarahkan kepada industri penggilingan semen (grinding plant) di dalam negeri yang menggunakan bahan baku klinker, diharapkan dapat menyerap dari produksi lokal. Upaya ini guna mengurangi impor produk serupa.
Baca juga : Bandara Soedirman Purbalingga Bakal Kerek Ekonomi Jawa Tengah
Airlangga menjelaskan, kebijakan-kebijakan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk menjaga iklim usaha tetap kondusif sehingga industri semen nasional dapat tumbuh dan berkembang.
“Kami juga mendorong diversifikasi produk barang-barang dari semen serta penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) semen secara wajib,” imbuhnya.
Saat ini, pasar semen domestik mengalami kelebihan pasokan. Kapasitas produksi industri semen terintegrasi di dalam negeri mencapai 109,9 juta ton per tahun, sementara konsumsi pada 2018 sekitar 69,6 juta ton. [DIT]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya