Dewan Pers

Dark/Light Mode

Kontribusi Pengusaha Perempuan Terhadap PDB Indonesia Capai 9,1 Persen

Kamis, 13 Januari 2022 16:52 WIB
Pendiri Womanpreneur.id, Margaret Srijaya. (Foto: Ist)
Pendiri Womanpreneur.id, Margaret Srijaya. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Survei Mastercard Index of Women Entrepreneurs di tahun 2020, Indonesia berada pada posisi 20 dari 58 negara secara global yang menyediakan kondisi kewirausahaan yang paling mendukung bagi perempuan.

Posisi tersebut naik dari tahun 2019. Dari semula posisi 22 di tahun 2019, menjadi 17 di tahun berikutnya. Hal ini membuktikan kondisi Indonesia kondusif dalam mendukung ekosistem kewirausahaan perempuan untuk tetap berkembang.

Menurut pendiri Womanpreneur.id, Margaret Srijaya, tantangan menjadi pengusaha bagi wanita adalah pola pikir (mindset), support system, budaya dan adat istiadat, fleksibilitas, dan ketimpangan pada dunia usaha.

Berita Terkait : 3 Jenis Kombinasi Vaksin Booster Di Indonesia, Bagaimana Efektivitasnya?

"Lingkungan sangat berpengaruh bagi perkembangan kita. Misalnya lingkungan terdekat kita adalah keluarga, yang mendukung kita untuk mandiri secara finansial tentunya bisa maju lebih cepat. Selain itu budaya juga menjadi tantangan tersendiri. Kita hidup di dalam adat ketimuran yang memberikan batasan terhadap cara kita berpikir. Misalnya, kita sebagai perempuan tidak boleh (berperan) lebih besar," tuturnya.

Hal itu disampaikannya saat menjadi narasumber webinar Bright Future Festival (BFF) yang diselenggarakan oleh Sampoerna University, beberapa waktu yang lalu.

Dari sisi fleksibilitas, tambahnya, perempuan dianggap sebagai sosok yang mampu mengerjakan segala hal. Menjadi terkendala dalam hal pekerjaan seperti membagi waktu di lapangan dan di rumah. "Sebagai perempuan harus pintar membagi waktu antara pekerjaan dan rumah tangga," imbuhnya.

Berita Terkait : Hati-hati, Kasus Harian Covid Nanjak 56,60 Persen

Pengusaha perempuan memberikan kontribusi 9.1 persen pada Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia khususnya UMKM. Dan 43 persen UMKM formal dimiliki oleh perempuan.

"Meski demikian, 53 persen dari usaha yang dimiliki oleh perempuan masih skala kecil. Tiga bidang usaha yang digeluti perempuan di Indonesia adalah kuliner, fesyen dan kriya. Sebanyak 41,69 persen adalah kuliner, 18,15 persen fesyen, dan 15,70 persen kriya," beber Margaret.

Dia memaparkan, ketimpangan dunia usaha yang dialami para perempuan umumnya disebabkan oleh dua faktor, yaitu diri sendiri dan faktor luar. Perempuan sering melibatkan perasaan dalam bekerja dan berusaha seperti memberikan keputusan maupun solusi.

Berita Terkait : Mentan Genjot Produksi Padi Lewat Percepatan Tanam Dan Panen Empat Kali Setahun

"Tantangan dari luar misalnya adalah peraturan manajemen. Ada perbedaan gaji sebesar 30 persen antara pekerja perempuan dan pekerja pria yang masih terjadi di Indonesia," sesalnya.
 Selanjutnya