Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Agustus 2022 Bakal Diuji Coba
Bangga, LRT Bukti Karya Anak Bangsa
Kamis, 20 Januari 2022 06:50 WIB
Sebelumnya
Pergeseran COD ini, kata dia, juga berdampak pada meningkatnya nilai investasi yang semula total Rp 29,9 triliun di awal 2017, menjadi Rp 32,5 triliun di tahun 2021. Artinya, ada cost of run sekitar Rp 2,6 triliun.
“Dan juga karena ada pembebasan lahan di Depo Bekasi Timur. Ditambah lagi adanya pandemi Covid-19,” ungkapnya.
Didiek menjelaskan, pandemi mengakibatkan biaya proyek pra-operasi, biaya Interest During Contruction (IDC) dan biaya lainnya melambung.
Sementara sejak pandemi, kinerja perusahaan mengalami tekanan, bahkan merugi di dua tahun terakhir. Bersamaan dengan itu, perseroan mesti menanggung beban berat akibat penugasan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.
Baca juga : Kepengurusan IMI Akan Dibentuk Hingga Tingkat Kabupaten/Kota
Karenanya, untuk meng-cover cost of run tersebut, pihaknya mendapatkan tambahan PMN (Penyertaan Modal Negara) di tahun 2021 sebesar Rp 2,6 triliun. Sebab, peningkatan nilai investasi ini tidak dapat di-cover oleh pinjaman sindikasi bank.
“Dalam klausul ada perjanjian, bahwa kelebihan investasi ditanggung sendiri oleh peminjam, alias KAI,” katanya.
Maka sesuai Peraturan Presiden (PP) Nomor 49 Tahun 2017, KAI mendapat bantuan Pemerintah dalam bentuk PMN.
Secara keseluruhan, PMN yang telah diperoleh KAI mencapai Rp 10,2 triliun. Terdiri dari tiga tahapan, yakni PMN tahun 2017 sebesar Rp 4 triliun. Lalu, tahun 2018 sebesar Rp 3,6 triliun.
Baca juga : Selama 2021, Black Canyon Buka Dua Outlet di Surabaya dan Jakarta
Di akhir 2021, berdasarkan PP Nomer 119 Tahun 2021, KAI menerima tambahan PMN Rp 2,6 triliun untuk meng-cover cost of run. Sehingga, penyelesaian proyek LRT bisa terlaksana di 2022.
Selain itu, Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) juga memberikan jaminan (Government Guarantee) kepada KAI atas pinjaman yang diperoleh, maupun instrumen lain yang diperlukan dalam pendanaan proyek ini.
Adapun pendanaan proyek yang berasal dari pinjaman sindikasi 15 bank sebesar Rp 23,3 triliun.
Didiek meyakini, dengan selesainya pembangunan proyek ini akan memberikan manfaat secara luas. Sekaligus mendorong lahirnya alternatif moda transportasi massal yang modern dan efisien.
Baca juga : Investasi 2021 Capai Rp 11 T, Kota Tangerang Menarik Bagi Investor
Tak hanya itu, proyek karya anak bangsa ini juga membuka lapangan kerja baru, khususnya di bidang teknologi perkeretaapian. Serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi di sekitar wilayah Jabodebek.
“Kehadiran LRT diharapkan mampu mengurai kemacetan, emisi, penggunaan BBM (Bahan Bakar Minyak) dan penghematan waktu perjalanan,” harapnya.
General Manager Departemen Perkeretaapian Adhi Karya, Isman widodo mengatakan, pembangunan LRT dilakukan dalam dua tahap.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya