Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani mendorong Indonesia memanfaatkan perang dagang AS dengan China. Perang dagang menciptakan peluang yang bagus bagi ekspor Indonesia. Antara lain Indonesia dapat memanfaatkan kekosongan produk yang terjadi karena besarnya tarif impor yang diterapkan antar negara tersebut.
Baca juga : Pengaturan Tarif Promo Ojol Cegah Persaingan Tidak Sehat
Menurutnya, Indonesia harus melihat peluang yang ada di mana persaingan lebih longgar. Selain itu, pasar yang diincar merupakan pasar produk turunan yang memberikan nilai tambah. “Salah satu cara meningkatkan nilai ekspor adalah memperbaiki tim negosiasi dagang untuk membuka pasar-pasar baru,” katanya.
Baca juga : Dubes Jepang Jaga Porsi Makan Demi Kesehatan
Selain itu, Hariyadi juga meminta Presiden Jokowi merapikan alokasi dana promosi dan dana riset yang saat ini tersebar di berbagai kementerian dan lembaga. Bagi Hariyadi, dana promosi dan riset lebih baik dikelola secara terpaduk sehingga pemanfaatannya bisa maksimal untuk promosi produk Indonesia. Produk-produk asal Indonesia ini nantinya bisa menyasar AS dan China yang saat ini sedang saling membatasi diri dalam menjalin perdagangan.
Baca juga : Mudik Lebaran, Konsumsi LPG Naik
“Jangan kita masih ke industri yang kita tahu bahwa itu kompetisinya ketat. Kita masuk ke situ, kita nggak akan bisa menang,” tegasnya. Hariyadi justru lebih mengkhawatirkan jika situasi Tanah Air tidak kondusif dibandingkan dengan perang dagang AS-¬China. [KPJ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya