Dark/Light Mode

Sukses Lakukan Transformasi

Erick Girang Himbara Raup Laba Rp 72,05 T

Rabu, 23 Februari 2022 09:00 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir (kiri) bersama Direktur Utama BNI Royke Tumilaar (tengah) Direktur Treasury dan International BNI Henry Panjaitan (kanan) menghadiri bincang bersama Diaspora Indonesia di Menara BNI, Jakarta, Sabtu (19/2/2022). (ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/aww).
Menteri BUMN Erick Thohir (kiri) bersama Direktur Utama BNI Royke Tumilaar (tengah) Direktur Treasury dan International BNI Henry Panjaitan (kanan) menghadiri bincang bersama Diaspora Indonesia di Menara BNI, Jakarta, Sabtu (19/2/2022). (ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/aww).

 Sebelumnya 
Sekaligus memulihkan daya beli masyarakat,” jelas Paul di Jakarta, kemarin. Salah satu caranya, sambung dia, bank Pemerintah wajib mengucurkan kredit ke sektor yang mampu menyerap banyak tenaga kerja. Untuk itu, bank Pemerintah suka tak suka harus menyalurkan kredit ke sektor manufaktur, pertanian, dan infrastruktur.

Sebagai gambaran, BNI misalnya, bank yang diberi mandat sebagai bank yang go global. Paul berpendapat, sejatinya spesialisasi bisnis BNI di segmen perdagangan internasional (trade finance) sudah berjalan lama. Hal ini didukung oleh enam kantor cabang luar negeri. Yakni di Singapura, Hong Kong, Seoul, Tokyo, London dan New York. “Apalagi jumlah kantor cabang luar negeri akan terus bertambah sebagai sayap bisnis internasional,” ujar Paul.

Baca juga : Transformasi Himbara Dongkrak Kinerja Ekonomi

Sementara Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menilai, tantangan terbesar bagi Himbara ke depan adalah investasi yang tidak murah. Khususnya bagi yang baru mempunyai anak usaha bank digital. Pasalnya, investasi diperlukan tidak hanya untuk pegembangan aplikasi, tapi juga user experience dan cyber security.

“Bank BUMN yang punya anak usaha bank digital, di tahun-tahun awal biaya operasionalnya pasti meningkat signifikan, karena mereka butuh modal untuk berkembang,” kata Bhima di Jakarta, kemarin. Dia mengambil contoh BNI yang baru saja mengakuisisi Bank Mayora, dan akan dijadikan bank digital.

Baca juga : Erick: Transformasi BUMN Terbukti Manjur, Laba HIMBARA Meroket 78,06 Persen

Pada awal pembentukannya, perseroan harus menyiapkan investasi di bidang teknologi, SDM (Sumber Daya Manusia), serta sistem pelayanan. Investasi itu, kata Bhima, dipastikan sangat mahal dan akan menguras modal di tahuntahun awal.

Tantangan lainnya, tambah Bhima, adalah BNI belum memiliki ekosistem seperti halnya bank digital swasta yang memiliki ekosistem e-commerce atau ride hailing. “Meski demikian, ke depan, setelah model bisnis teruji dan dapat respons positif dari nasabah, bank digital akan meningkatkan profitabilitas BNI,” ucap Bhima.

Baca juga : Dukung Layanan Transportasi Ajang MotoGP, Ditjen Hubdat Kemenhub Gelontorkan Rp 21,2 M

Keberhasilan BNI mengembangkan bank digital, lanjutnya, juga dipastikan akan berdampak pada prospek saham BBNI. Apalagi jika bank digital milik BNI bisa melakukan customer acquisition secara cepat. “Prospek saham BNI cukup positif. Saham BBNI dalam enam bulan terakhir melesat 45,6 persen juga dipengaruhi oleh ekspektasi pengembangan anak usaha bank digital,” pungkasnya. [DWI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.