Dewan Pers

Dark/Light Mode

Atasi Kelangkaan, Inkoppas Siap Bantu Salurkan Migor

Selasa, 15 Maret 2022 18:03 WIB
Jumpa pers Induk Koperasi Pedagang Pasar (Inkoppas). (Foto: ist)
Jumpa pers Induk Koperasi Pedagang Pasar (Inkoppas). (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Para pedagang pasar, yang tergabung dalam Induk Koperasi Pedagang Pasar (Inkoppas) berharap pemerintah bisa melibatkan organisasinya dalam pendistribusian migor. Baik berupa minyak curah atau migor kemasan.

Dengan keanggotan yang tersebar di 18 Provinsi, Inkoppas optimistis jika ditunjuk sebagai distributor migor maka dalam distribusinya nanti mampu mengurangi kelangkaan migor.

Ketua Umum Inkoppas, Yudianto mengungkapkan, Keanggotaan Inkoppas terdiri dari 18 sekunder Pusat Koperasi Pedagang Pasar (Puskoppas) di 18 Provinsi. Dengan anggota 2.689 Primer Koppas yang tersebar berbagai Kabupaten dan kota seluruh Indonesia.

Berita Terkait : Dilantik AHY Jadi Ketua DPD Jakarta, Mujiono Siap Menangkan Demokrat

"Pendistribusian terus diawasi, sehingga dipastikan lancar dan harganya sesuai dengan HET (Harga Eceran Tertinggi) dari pemerintah," ucap Yudianto dalam konferensi persnya di Jakarta, Selasa (15/3).

Jaminan ketersediaan migor dan bahan sembako lainnya perlu segera dituntaskan. Mengingat jelang Ramadan, kebutuhan bahan pokok lainnya cukup tinggi. Sehingga jangan sampai hal itu mengganggu kenyamanan di tengah Ramadan nanti.

Diakui Yudianto, meski saat ini pemerintah telah melibatkan ritel modern dalam pendistribusian migor, tetap saja hal itu belum cukup menuntaskan kelangkaan migor, dan memenuhi kebutuhan masyarakat. Ini terbukti masih banyaknya pemandangan antre berjubel hingga keributan saat antre migor di toko ritel modern.

Berita Terkait : Jelang Ramadan, Yayasan Muslim Sinar Mas Land Salurkan Ribuan Liter Minyak Goreng

Permintaan keterlibatan Inkoppas dalam pendistribusian migor, sambungnya, mengingat Inkoppas punya rekam jejak yang sukses di masa lalu. Ia menceritakan, ketika saat krisis ekonomi 1998, kenaikan harga minyak terjadi dari semula Rp 4.200 menjadi Rp 8.000 per liter.

Hasilnya, harga migor yang kala itu melonjak hingga Rp 8.000 per kg dapat diturunkan hingga Rp 4.200 per kg sesuai harga eceran tertinggi. "Saat itu ketika Inkoppas dilibatkan melakukan distribusi Migor guna menstabilkan harga pasar yang normal, kami berhasil mendistribusikan migor dengan harga eceran yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 4.200 per liter," tegasnya. 

Dirinya yakin ini menjadi fakta integritas. Karena pasar ada di tengah rakyat, pasar-pasar tradisional ini tersebar di berbagai daerah di Tanah Air. "Antrean panjang bisa berkurang, karena masyarakat bisa langsung mendapatkan migor di setiap Koppas di daerah masing-masing," tambah Yudianto.

Berita Terkait : Puan: Kelangkaan Minyak Goreng Berkepanjangan Bisa Timbulkan Kegaduhan

Selain berharap Inkoppas beserta jaringan pasarnya dilibatkan dalam menjamin ketersediaan migor dan kebutuhan pokok lainnya, Yudianto meminta Pemerintah dapat mempermudah akses bagi Inkoppas untuk mendapatkan pasokan kebutuhan pokok langsung dengan pabrikan dan BUMN Pangan. 

"Intinya kami ini dari asosiasi pedagang pasar siap membantu pemerintah. Sehingga mengatasi kelangkaan migor akan lebih terurai," kata Yudianto. [DWI]