Dewan Pers

Dark/Light Mode

IWAPI Minta Pemerintah Gercep Atasi Kelangkaan Migor

Selasa, 22 Februari 2022 12:06 WIB
Ketua Umum Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Nita Yudi. (Foto: Istimewa)
Ketua Umum Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Nita Yudi. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Harga minyak goreng yang masih melambung ditambah langkanya di pasaran, membuat banyak pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) di Indonesia terkena dampak.

Jika dibiarkan terlalu lama keadaan yang seperti saat ini, dikhawatirkan akan berdampak pada meruginya para pengusaha kecil tersebut.

"Sudah banyak keluhan dari anggota kami, terutama yang bergerak di bidang kuliner, minyak goreng bukan hanya mahal tapi juga sulit didapatkan. Sekalipun ada, pasti ada syarat dan ketentuan berlaku untuk membelinya, padahal minyak goreng menjadi salah satu bahan utama penunjang usaha mereka," tutur Ketua Umum Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Nita Yudi, dalam keterangannya, Selasa (22/2).

Berita Terkait : Persiapan MotoGP Mandalika, Pemerintah Genjot Vaksinasi

Padahal, selama Pandemi Covid-19 ini, para perempuan yang bergelut di bidang UKM kuliner tersebut terus bergelut melawan tantangan. Baik itu dalam bentuk permodalan ataupun tantangan mendapatkan pelanggan.

Ditambah lagi mahalnya harga minyak goreng, serta langkanya di pasaran, lantaran banyaknya pengusaha yang menimbun. Ini membuat para pelaku usaha kecil banyak mendapat hambatan.

"Selama pandemi ini laporan kami pelaku UKM kuliner justru yang selangkah lebih maju. Jangan sampai hanya karena polemik minyak goreng malah semakin membuat mereka terpuruk, mereka ini sudah mencoba bangkit, mendapatkan kembali pelanggannya," tutur Nita Yudi.

Berita Terkait : PDIP Puji Keberhasilan Pemerintah Jokowi Dan Amin

Dia pun berharap, polemik minyak goreng yang terjadi dari Sabang sampai Merauke ini tidaklah berlarut.

Pemerintah diharapkan melahirkan solusi dalam waktu dekat, jangan sampai malah menambah beban masyarakat di tengah pandemi dan pemulihan ekonomi, terutama ekonomi kecil.

"Tolong segera cari solusi nyata, agar masyarakat, terutama pelaku usaha kecil yang selama Pandemi Covid-19 ini justru penyumbang pemulihan ekonomi negara tidak berlarut-larut terkena dampaknya," tegas Nita Yudi. [FAQ]